BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHAN

Lasarus dan Bupati Fransiskus Diaan Tinjau Tebing Longsor di Jantung Putussibau

×

Lasarus dan Bupati Fransiskus Diaan Tinjau Tebing Longsor di Jantung Putussibau

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PUTUSSIBAU – Alarm bahaya berbunyi di jantung Kota Putussibau. Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, turun langsung ke bibir Sungai Kapuas di Kampung Prajurit, Kecamatan Putussibau Utara, Kamis (22/10/2026).

Didampingi Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, Lasarus meninjau langsung tebing Sungai Kapuas yang mengalami longsor. Pemandangan di lokasi bikin miris. Penahan tebing yang dulu pernah dibangun dengan anggaran negara, kini hancur berkeping-keping dihajar arus deras Sungai Kapuas.

“Ini penanganan longsor di tebing Sungai Kapuas, Kampung Prajurit. Ini dulu pernah ditangani. Kalau kita lihat, penahan tebingnya sudah hancur,” ucap Lasarus tegas di lokasi.

Pernyataan singkat itu mengandung makna besar ada yang salah dengan konstruksi lama, dan warga sedang dalam bahaya.

Bayangkan, di atas tebing yang menganga itu, berdiri puluhan rumah warga. Jika hujan deras dan air Kapuas pasang, longsor susulan bisa terjadi kapan saja. Jika tidak cepat ditangani, bukan tidak mungkin rumah warga akan terjun bebas ke sungai terpanjang di Indonesia itu.

Lasarus tidak datang hanya untuk melihat. Ia datang membawa solusi.

Ia membeberkan rencana besar pembangunan penahan tebing baru di Kampung Prajurit akan dihubungkan langsung dengan penahan tebing yang sudah kokoh berdiri di depan Pendopo Bupati Kapuas Hulu.

Artinya, seluruh bantaran di pusat kota akan dilindungi tanggul raksasa yang kokoh.

Namun, Lasarus mengingatkan, pembangunan tidak boleh asal jadi. Ia meminta jajaran Sumber Daya Air mengkaji secara matang perencanaan teknisnya, agar mampu menahan tekanan air Kapuas yang terkenal buas.

Dalam tinjauan itu, Lasarus yang dikenal detail juga menemukan biang kerok longsor. Di seberang sungai, terlihat gundukan pasir dan kerikil yang menggunung. Gundukan inilah yang membelokkan arus air, sehingga arus menghantam keras tebing Kampung Prajurit.

“Kita harus mengendalikan kondisi alam ini. Ada gundukan pasir dan kerikil di seberang sungai. Bagaimana cara menanganinya harus dikaji. Salah satu kemungkinan, material dari gundukan tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembangunan tanggul,” jelasnya.

Ide cerdas, Pasir yang merusak, justru akan dipakai untuk membangun pelindung. Efektif dan efisien.

Kabar paling melegakan datang dari Lasarus. Ia memastikan, anggaran untuk studi teknis penanganan tebing di Kapuas Hulu sudah ada dan dialokasikan tahun ini.

“Tahun ini kita lakukan studi terlebih dahulu. Anggarannya sudah ada,” tegasnya.

Studi akan menjadi pondasi awal sebelum alat berat dan pembangunan fisik dimulai. Lasarus menekankan statusnya darurat.

“Penanganan tebing di Kampung Prajurit ini darurat. Kita lihat ada banyak sekali rumah di atas. Kalau tidak cepat kita tangani, ini berbahaya bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap, penataan tebing nanti tidak hanya kuat, tapi juga mempercantik kawasan bantaran Sungai Kapuas, sehingga Putussibau semakin indah dan aman.

Kini bola ada di Pemkab Kapuas Hulu. Dukungan penuh dari daerah sangat diharapkan agar proyek penyelamatan Kampung Prajurit ini berjalan lancar dan rumah warga tidak lagi dihantui rasa was-was setiap malam. (*)

Penulis: Bayu Hary Widodo
Editor: Riki Okta Putra