BERITA TERKINI

LSM Lestari Beri Kartu Kuning ke Pemkab Lahat, Ini Alasannya..

×

LSM Lestari Beri Kartu Kuning ke Pemkab Lahat, Ini Alasannya..

Sebarkan artikel ini
Hendri Supriyadi, Ketua LSM Lestari memberi kartu kuning ke Pemkab Lahat karena telah memotong pohon di pinggiran jalan (Agustoni / Mattanews.co)
Hendri Supriyadi, Ketua LSM Lestari memberi kartu kuning ke Pemkab Lahat karena telah memotong pohon di pinggiran jalan (Agustoni / Mattanews.co)

MATTANEWS.CO, LAHAT – Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Lestari di Kabupaten Lahat Sumatera Selatan (Sumsel), yang diketuai oleh Hendri Supriyadi, memprotes pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat.

Dalam pembangunan tersebut, beberapa pohon di sepanjang Jalan Mayor Ruslan Kecamatan Lahat harus jadi korban perubahan jalur jalan protokol, yang semula dua arah menjadi jalan satu arah.

Sebanyak 10 pohon yang ditanam belasan tahun, tumbang dihantam alat berat. Hal ini membuat Hendri, yang juga aktivis lingkungan hidup di Lahat, memprotes keras konsep pembangunan ini. Dirinya menyebut Pemkab Lahat tidak peduli dengan kelestarian lingkungan hidup.

Selaku Ketua LSM Lestari yang fokus di bidang lingkungan, dia mengatakan jika zona hijau dan jalur hijau harusnya tetap dijaga dan dipertahankan. Untuk keseimbangan oksigen di kawasan kota, yang padat polusi kendaraan.

“Pemkab Lahat kami beri kartu kuning. Seharusnya pembangunan yang dilakukan, harus tetap memperhatikan lingkungan,” katanya, Jumat (27/8/2021).

Dia mengatakan, zona hijau dan jalur hijau menjadi pasokan oksigen, yang sangat penting apalagi di kawasan yang padat polusi.

“Ini kok, taman yang dibangun dengan dana yang tidak sedikit malah dihancurkan, pohon- pohon hijau yang ada di jalur hijau pun banyak yang ditebang dan dipangkas,” ujarnya.

Dia menilai, Pemkab Lahat tidak memperhatikan dan perduli terhadap lingkungan. Apalagi Ruang Terbuka Hijau (RTH) menurutnya sangat penting. Karena RTH berupa zona hijau dan jalur hijau, juga menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

“Semestinya pemerintah daerah anggarkan dana, untuk program peduli lingkungan. Contohnya, untuk penanggulangan sampah. Sekarang ini, jarang kita lihat kotak sampah yang disediakan,” ungkapnya.

Untuk diketahui, taman di tengah kota di sepanjang Jalan Mayor Ruslan sepanjang sekitar 1 Kilometer (Km), dihancurkan untuk pelebaran jalan satu arah atau one way. Sehingga pepohonan pun menjadi korban penebangan.