NUSANTARA

Luncurkan BAZNAS Microfinance Desa, Pj Bupati Tulungagung: Berikan Akses Pembiayaan Mikro Berbasis Zakat ke Masyarakat

×

Luncurkan BAZNAS Microfinance Desa, Pj Bupati Tulungagung: Berikan Akses Pembiayaan Mikro Berbasis Zakat ke Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Pj Bupati Tulungagung, Jawa Timur, Dr. Ir. Heru Suseno, M.T., usai meluncurkan BMD, Jumat (15/11) Foto:Istimewa

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG- Penjabat (Pj) Bupati Tulungagung, Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Heru Suseno, M.T., mengungkapkan, program Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Microfinance Desa merupakan program pembiayaan produktif kepada para mustahik dengan prinsip nonprofit dalam rangka pengembangan usaha.

“Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pendampingan dan pembiayaan mikro berbasis zakat,” ucap Heru.

Pernyataan itu dikatakan Heru Suseno saat secara simbolis peluncuran BAZNAS Microfinance Desa (BMD) di kompleks perkantoran Belga Kabupaten Tulungagung, Jumat (15/11/2024).

Heru menambahkan BMD merupakan program BAZNAS yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui pendampingan dan pembiayaan mikro berbasis zakat.

Program BMD ini lahir, sambung dia, karena dilatar belakangi oleh peningkatan kondisi masyarakat miskin baru di Kabupaten Tulungagung salah satunya akibat kondisi pandemi COVID-19 pada 2020.

“BMD ini dapat membantu para pelaku usaha mikro dan UMKM yang masih menghadapi kendala dalam mengembangkan usaha, seperti keterbatasan modal, sumber daya manusia (SDM), teknologi, pemasaran, dan jaringan usaha,” tambahnya.

Menurut Heru, banyaknya pelaku usaha mikro yang tidak memenuhi syarat untuk menjadi nasabah bank (non-bankable), sehingga mereka kesulitan mengakses lembaga keuangan formal akibat kurangnya informasi dan pemahaman tentang opsi pembiayaan yang tersedia.

BMD, jelas dia, justru lahir dengan memiliki visi untuk mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat Tulungagung melalui pemberdayaan berbasis zakat dan microfinance.

“Program ini memberikan akses pembiayaan mikro berbasis syariah kepada masyarakat, serta menyediakan pendampingan untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas bisnis. BMD juga berupaya membangun jaringan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut Heru menjelaskan bahwasanya keberadaan BMD ini sangat penting di tengah-tengah masyarakat. Selain untuk memberikan pembiayaan mikro, program ini juga memberikan edukasi dan pendampingan kepada pelaku usaha tentang cara menjalankan bisnis sesuai dengan prinsip syariah.

“Program ini menekankan pentingnya berinfak dan bersedekah di jalan Allah agar usaha yang dijalankan dapat berkembang dengan berkah,” terangnya.

“Adapun produk yang ditawarkan oleh BMD adalah pinjaman tanpa bunga, tanpa tambahan biaya, dan tanpa agunan. Pelaku usaha UMKM akan dikelompokkan dalam kelompok usaha yang akan terus didampingi oleh BMD, dengan tujuan menciptakan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan,” sambungnya.

“BMD ini sudah memberikan manfaat. Saat ini ada sekitar 200 orang yang telah memanfaatkan program ini, dan lebih dari 500 orang telah mengantri untuk ikut serta,” tandasnya.

Tempat sama, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua BAZNAS Kabupaten Tulungagung, Abdul Wachid mengatakan BMD merupakan salah satu upaya BAZNAS yang terus meluncurkan program produktif, dalam mengentaskan kemiskinan dan membantu masyarakat dalam bidang ekonomi, termasuk terbebas dari jerat rentenir.

“Peluncuran program BMD merupakan kolaborasi antara BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Tulungagung,” katanya.

“Program ini sangat membantu karena menawarkan pinjaman tanpa bunga, tanpa agunan, dan tanpa biaya administrasi,” sambungnya.