MAKI Pertanyakan Kenapa Perkara JA Diambil Alih KPK

  • Whatsapp

Reporter : Selfy

Bacaan Lainnya

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Diangkatnya kembali kasus dugaan korupsi pengadaan lahan kuburan yang menyeretnama Wakil Bupati OKU, JA oleh penyidik KPK, menimbulkan banyak pertanyaan. Perkara yang sebelumnya ditangani penyidik Polda Sumsel dan sempat dihentikan, Jumat (22/1/2/2021).

“Yang jadi pertanyaan kami, mengapa KPK mengambil alih perkara ini, padahal sebelumnya sudah ditangani penyidik Polda. Apakah ini ada intervensi dari pihak tertentu atau memang ketidakmampuan penyidik Polda Sumsel dalam menangani perkara ini. Dan sejauh ini, kami tidak melihat adanya alat bukti yang menjerat JA, meskipun sudah 14 saksi dihadirkan,” jelas Deputi Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Sumsel, Feri Kurniawan, kepada sejumlah awak media.

Feri Kurniawan mengatakan, pentingnya perkara ini diungkapkan KPK ke publik untuk menghindari opini yang berkembang di masyarakat.

“Bagaimana bisa ada perbedaan, apakah JPU Kejaksaan lebih objektif atau apakah penyidik KPK lebih subjektif. Menurut kami, penyidik terkesan memaksakan diri untuk menyeret JA. Padahal kita tahu dalam penerimaan berkas itu dari penyidik ke JPU yang dikedepankan adalah objektivitas JPU. Kerjalah secara profesional,” ungkap
Deputi Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Sumsel, Feri Kurniawan ini.

Sementara, Penasehat Hukum JA, Titis Rachmawati menambahkan, dirinya akan mengikuti, menggiring dan memperjuangkan hak kliennya sampai akhir.

“Kualitas alat bukti yang diajukan JPU KPK sangat tidak bernilai sebagai alat bukti, lebih kepada asumsi semata. Sehingga, sangat wajar kalau dahulunya Kejati Sumsel tidak menyatakan lengkap berkas JA untuk dinaikkan kepenuntutan, akan tetapi herannya justru Jaksa KPK, bisa menyatakan lengkap untuk di ajukan penuntutan, sehingga pendapat Bapak Fery dari MAKI ada unsur subyektivitas dalam kasus JA berpendapat bisa saja, apa lagi JA kan salah satu cabub terpilih untuk OKU. Dari itu, kami akan memperjuangkan hak klien kami sampai akhir. Silahkan dibuktikan jika memang klien kami ini bersalah berdasarkan fakta-fakta hukumnya. Semoga majelis hakim yang menangani kasus ini bisa bertindak profesional tanpa adanya intervensi pihak lain,” tukas Titis.

Editor : Selfy

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait