Reporter : Salifuddin
OGAN ILIR, Mattanews.co – Pihak managemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ogan Ilir Sumatera Selatan (Sumsel), sempat memanggil dan menemui para tenaga kesehatan (nakes), sebelum turunnya Surat Keputusan (SK) pemecatan oleh Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam.
Direktur Utama (Dirut) RSUD Ogan Ilir melalui Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha RSUD Ogan Ilir Ratih Karuniarti menuturkan, pihaknya sudah sempat melakukan mediasi ke para nakes sebelum adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
“Jadi, kami memanggil mereka untuk datang (mediasi), tapi yang datang hanya 7 orang. Itu sebelum diberhentikan,” ucapnya kepada Mattanews.co, Rabu (24/6/2020).
Akhirnya, 7 orang nakes yang mau menemui pihak managemen RSUD Ogan Ilir Sumsel akhirnya kembali dipekerjakan. Sedangkan 109 orang nakes lainnya, mendapatkan PHK sepihak dari Bupati Ogan Ilir Sumsel.
Keputusan untuk melanjutkan kembali hubungan kerja ke 7 orang nakes tersebut, karena pihak managemen menganggap mereka masih ingin kerja.
“Kami tidak mau menyalahkan. Karena kndisinya mereka tidak mau menangani (pasien) Covid-19. Itu bukan wewenang kami. Karena kita sedang menghadapi Covid-19, tidak boleh takut,” katanya.
Dia pun mengklaim jika tuntutan para nakes terhadap minimnya stok Alat Pelindung Diri (APD), tak seperti kenyataannya.
Ratna mengungkapkan, semua APD sudah disediakan untuk para nakes yang menangani pasien positif Covid-19.
Managemen RSUD Ogan Ilir Sumsel juga sudah meminta barang bukti petisi yang disampaikan, seperti kronologis yang akan mereka ungkap.
“Saat itu, kami ada rapat berita acara, tapi kami minta ke mereka kronologinya, tapi tidak ada sampai sekarang. Untuk APD juga tersedia, jadi apa yang mereka protes juga kami bingung,” ujarnya.
Kabag Tata Usaha RSUD Ogan Ilir ini melanjutkan, para nakes tersebut merupakan tim paramedik, yaitu para perawat dan bidan, dan tidak ada dari tingkat pendidikan lainnya.
Dia membenarkan jika sebelum di-PHK, para nakes menggelar demo untuk menyuarakan aspirasi mereka. Namun dia meluruskan, jika para nakes tidak melakukan mogok kerja di saat itu.
“Sebenarnya mogok kerja itu tidak, karena di sini tidak setiap hari bekerja. Mereka cuma minta dijawab saja pertanyaan mereka,” ucapnya.














