MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyebut 60 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur sudah terdaftar program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Jadi begini, dari 1,4 juta jumlah penduduk Tulungagung sudah 600 hampir 700 ribu atau sekira 60 persen masyarakat sudah terdaftar dalam program JKN,” kata Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Hardi Ariawan kepada mattanews.co di ruang kerjanya, Senin (18/10/2021) Pagi.
“Sedangkan yang belum terdaftar, dari info kami dapat akan dibantu oleh Pemerintah untuk masyarakat kategori miskin dan tidak mampu oleh Pemerintah kabupaten atau Pemerintah Provinsi,” imbuhnya.
Ia menambahkan, program Jaminan Kesehatan Nasional belum menjangkau keseluruhan masyarakat di Tulungagung beberapa indikator yang menyebabkan hal itu terjadi.
Indikator penyebab masyarakat belum terdaftar tersebut diantaranya tidak mengetahui dan masyarakat berpandangan belum memahami pentingnya program jaminan kesehatan tersebut.

“Untuk peserta BPJS Kesehatan kelompok Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari fakir miskin dan tidak mampu sekira 300 ribu masyarakat Tulungagung sudah terdaftar dalam program Nasional ini dan sisanya dari TNI-POLRI, PNS dan swasta, namun sebagian masih ada belum terdaftar atau belum memahami pentingnya program tersebut,” terangnya.
“Dengan demikian, Pemerintah Kabupaten mendata siapa masyarakat kategori miskin dan tidak mampu, itu didaftarkan ke Dinas Sosial Tulungagung selanjutnya akan di survey oleh dinas tersebut apakah layak menerima bantuan tersebut,” sambungnya.
Menurut Hardi, sebagai upaya meningkatkan pemahaman peserta terhadap program JKN, pihaknya melakukan sosialisasi secara tatap muka maupun media online, radio, televisi, koran dan lainnya.
“Kita akui, luas wilayah dan geografi Tulungagung salah satu faktor kurang maksimalnya dalam penyampaian program JKN,” ujarnya.
“Iya benar, dengan menjemput bola kita lakukan sosialisasi kepada Kepala Desa maupun perangkat desa,” imbuhnya.
Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Kesehatan Kabupaten Tulungagung memaparkan selama pandemi Covid-19 telah berupaya memberikan kanal pelayanan secara online melalui mobile JKN.
Hal tersebut dilakukan guna meminimalisir dan mengurangi mobilitas peserta selama di berlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Tulungagung.
Layanan ini sangat efektif selama pandemi Covid-19 masih melanda, dengan demikian jika peserta menginginkan pindah Faskes, kelas, domisili maupun daftar menjadi peserta baru bisa melalui online tanpa harus datang ke kantor sehingga mengurangi kerumunan.
” Ada dua cara yaitu, Peserta bisa melalui mobil aplikasi JKN dan bisa mendownload aplikasi Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp (Pandawa) merupakan layanan administrasi yang dilakukan hanya melalui Chat dan akan dilayani selama jam pelayanan yang telah ditetapkan,” paparnya.
“Guna menjaga kerahasian data peserta pastikan nomor WhatsApp yang digunakan adalah milik peserta bukan orang lain, nomor Frontiner yang menghubungi sesuai dengan daftar yang telah kami kirimkan,” sambungnya.
Ia mengharapkan, sangat penting kesehatan dalam kehidupan bermasyarakat agar warga Tulungagung bisa terdaftar menjadi peserta program JKN.
BPJS Kesehatan memiliki tagline dengan gotong-royong semua tertolong.
“Pada intinya, kita tetap berharap masyarakat Tulungagung sehat, namun demikian dengan sistem gotong-royong ini sehat membantu yang sakit dan yang mampu membantu tidak mampu,” harapnya.
“Maka dari itu dengan menjadi peserta BPJS Kesehatan sama dengan beramal,” tandasnya.














