BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHAN

BPK Sumbar Peringati Hari Kebudayaan di Tengah Kabut Asap, Libatkan Anak Sekolah

×

BPK Sumbar Peringati Hari Kebudayaan di Tengah Kabut Asap, Libatkan Anak Sekolah

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, TANAH DATAR — Di tengah kondisi udara yang masuk kategori tidak sehat akibat kabut asap, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Provinsi Sumatera Barat menggelar peringatan Hari Kebudayaan dengan melibatkan sejumlah anak sekolah di ruang terbuka.

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Benteng Van der Capellen, Tanah Datar, Sabtu (17/10/2026). Anak-anak sekolah yang hadir diketahui sebelumnya telah diminta mengikuti pembelajaran secara daring oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Datar menyusul kondisi kualitas udara yang tidak sehat.

Ironisnya, dalam kegiatan yang digelar di ruang terbuka tersebut, sejumlah anak terlihat tidak menggunakan masker. Kondisi ini menjadi sorotan karena imbauan pemerintah sebelumnya meminta aktivitas anak di luar rumah dikurangi selama kualitas udara memburuk.

Kegiatan BPK tersebut digelar untuk memperkenalkan pelestarian kebudayaan dan cagar budaya kepada generasi muda.

Hariadi, Kepala Subbagian Umum BPK Provinsi Sumatera Barat, membenarkan pihaknya menggelar kegiatan yang melibatkan anak-anak sekolah tersebut.

“Kami memang menggelar acara ini untuk memperingati Hari Kebudayaan Nasional. Memang melibatkan anak-anak sekolah karena untuk mengenalkan cara pelestarian cagar budaya itu sendiri,” kata Hariadi.

Namun, dalam kegiatan tersebut tidak terlihat adanya tenaga kesehatan yang disiagakan di lokasi. Padahal, kegiatan berlangsung di ruang terbuka ketika kondisi udara Tanah Datar dilaporkan berada dalam kategori tidak sehat akibat kabut asap.

Hariadi mengatakan pihaknya memang tidak mendatangkan tenaga medis dalam kegiatan tersebut. Namun, menurutnya, masker telah dibagikan kepada anak-anak yang mengikuti kegiatan.

“Untuk tenaga medis memang tidak kami datangkan, tapi kami sudah membagikan masker terhadap anak-anak tersebut, tapi tidak dipakainya,” tuturnya.

Anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut juga didampingi oleh guru. Meski demikian, pelaksanaan kegiatan di luar ruangan menjadi perhatian karena pada waktu yang sama pemerintah daerah telah menerapkan pembelajaran secara daring sebagai langkah mengurangi aktivitas anak di luar rumah akibat kondisi udara yang tidak sehat.

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai koordinasi antarinstansi dalam memastikan keselamatan anak-anak, khususnya ketika kebijakan pembelajaran daring diterapkan sementara kegiatan di ruang terbuka yang melibatkan pelajar tetap berlangsung.

Apalagi, kegiatan tersebut berlangsung di tengah kondisi kabut asap yang telah dinyatakan berdampak terhadap kualitas udara di Tanah Datar.

Persoalan keselamatan anak pun menjadi perhatian, terutama jika kondisi udara memburuk selama kegiatan berlangsung.

Penulis: M Rafi
Editor: Riki Okta Putra