Mayat Seorang Kakek di Tulungagung Mengapung Dekat Pintu Dam Rejotangan

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG– Seorang kakek di Tulungagung diketemukan meninggal dunia mengapung dekat pintu Dam BLT III masuk wilayah Desa Rejotangan Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur pada Senin (26/12/2022).

Diketahui, kakek tersebut berinisial RM (96) berdomisili RT 01 RW 02 Dusun Kates Desa Rejotangan, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Kepala Kepolisian Sektor Rejotangan Polres Tulungagung, Polda Jawa Timur, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Puji Hartanto membenarkan telah diketemukan seorang kakek meninggal dunia mengapung dekat Dam BLT III sekira pukul 17.30 WIB.

“RM seorang kakek berusia 96 tahun diketemukan meninggal dunia dekat pintu Dam BLT III masuk Desa Rejotangan Kecamatan Rejotangan,” ucap mantan Kapolsek Kalangbret Polres Tulungagung, Polda Jawa Timur melalui keterangan resmi di terima mattanews.co, Senin (26/12/2022) Malam.

“Ciri-ciri memakai baju warna merah hijau, tidak memakai celana, rambut pendek hitam,” imbuhnya.

Dia menambahkan penemuan mayat seorang kakek ini berawal adanya laporan dari masyarakat di Mapolsek Rejotangan sekira pukul 17.45 WIB.

Atas laporan itu, petugas segera berkoordinasi dengan pihak Inafis Satreskrim Polres Tulungagung sekaligus tim medis dari Rumah Sakit Umum Daerah dr. Iskak setempat.

“Berdasarkan keterangan pelapor Sujito (63) yang kesehariannya bekerja sebagai penjaga air di Dam BLT III Rejotangan saat itu sedang membersihkan sampah, dikagetkan melihat ada kaki sesosok mayat laki-laki dengan posisi miring ke selatan dengan ciri-ciri mengenakan baju berwarna merah hijau dan tidak memakai celana,” tambahnya.

Bacaan Lainnya

“Mengetahui ada mayat sontak pelapor langsung menghubungi ketua rukun tetangga setempat lalu diteruskan ke perangkat Desa Rejotangan, selanjutnya menghubungi petugas piket jaga di Mapolsek Rejotangan,” sambungnya.

Lebih lanjut Tanto sapaan akrab menjelaskan petugas dibantu masyarakat dan tim medis melakukan evakuasi terhadap jasad korban.

Dari keterangan keluarga yang dihimpun petugas, kata Tanto sebenarnya korban sudah pergi meninggalkan rumah sejak Sabtu (24/12/2022) sekira pukul 02.00 WIB.

“Akhirnya korban dievakuasi, korban diperkirakan meninggal dunia akibat tenggelam sekira 3 hari lamanya, makanya menimbulkan bau sangat menyengat,” terangnya.

“Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, justru dari keterangan keluarga bahwa korban sudah tua dan mengalami penurunan daya ingat atau pikun,” imbuhnya.

Menurut Tanto, setelah dilakukan evakuasi selanjutnya dilakukan pemeriksaan dari tim Inafis Satreskrim Polres Tulungagung dan medis dari RSUD dr. Iskak diduga korban meninggal dunia karena tenggelam di sungai.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait