Reporter : Rachmat Sutjipto
OGAN KOMERING ILIR, Mattanews.co – Menelusuri keindahan alam Tanjung Menjangan dengan hamparan pasir pantai di sepanjang pesisir timur Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel), dinilai cukup potensial untuk destinasi wisata alam.
Selain pantai tersebut, pesona keindahan Pulau Maspari yang berada tak begitu jauh dari pantai Tanjung Menjangan, jugadapat memberikan kepuasan tersendiri bagi pelancong menghabiskan waktu.
Lokasinya juga berada di Kecamatan Sungai Menang Kabupaten OKI Sumsel.
Menurut Pika Yadi, yang juga Kepala Desa Pinang Indah, selain menyimpan eksotisme wisata laut, pantai tersebut merupakan pantai terpanjang yang dimiliki Kabupaten OKI.
“Dengan berbagai keunggulan tersebut, rasanya tak keliru mempromosikan keindahan alam tepi laut,” ujarnya, Selasa (15/12/2020).
Menurutnya, dukungan seluruh komponen masyarakat diperlukan, untuk mengenalkan potensi wisata pantai hingga meluas.
Ia juga berharap, promosi yang tengah ia lakukan dalam mencuri perhatian publik, dapat sejalan dengan program Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) OKI di sektor pariwisata.
Dia menilai, potensi panorama keindahan alam tersebut prospeknya bukan hanya dari eksplorasi pariwisata, dengan berimbas pada pertumbuhan UMKM lokal saja.
“Lebih dari itu. Bila dikelola dengan profesional, serta dukungan penuh pemerintah, sektor jasa angkutan laut pun cukup menjanjikan untuk digarap,” katanya.
Berbagai cara promosi dilakukan Pika Yadi. Yaitu dengan mengundang seluruh jajaran pemerintah daerah, sahabat karib, handai taulan, untuk mengunjungi untuk diperkenalkan potensi wisata baru.
“Bahkan istri saya pun mengundang semua sahabat, relasi, partner bisnis dan kerabatnya untuk mengenal Pantai Tanjung Manjangan ini,” ucapnya.
Dia melanjutkan, fokus pembangunan di sektor pariwisata, harus diperlukan terutama adanya dukungan politis dari berbagai pihak.
Pasalnya, hingga penghujung tahun 2020 ini sendiri, Pemkab OKI, telah menghabiskan anggaran daerah maupun anggaran DAK Penugasan sekitar miliaran rupiah.
Dana tersebut banyak terserap, dalam perencanaan pembangunan kawasan wisata Teluk Gelam Kabupaten OKI Sumsel.
Respon JPK Pemkab OKI

Jaringan Pendamping Kinerja (JPK) Pemerintah Kabupaten OKI Ali Musa menuding, gema euforia zaman keemasan kawasan tersebut, sepertinya dimanfaatkan dengan baik oleh oknum pemburu rente.
“Salah satunya, proyek pengerukan dan pembersihan Danau Teluk Gelam bernilai miliaran dengan pekerjaan dikebut dalam dua tahun berjalan. Saya nilai tidak melalui perencanaan yang cermat,” ucapnya.
Ali Musa menuturkan, rendahnya nilai manfaat dari proyek ini sendiri, membuat publik mencium praktik koruptif.
Bahkan dari sejak dimulai perencanaan, aroma kolusi dan nepotisme, sudah tercium meluas ke ruang publik.
Untuk menghindari over lap, lanjut Ali, seharusnya dinas PUPR OKI hanya mengurusi hal teknis saja.
Sedangkan perencanaan dan anggaran dikembalikan kepada dinas terkait,
“Hal itu sebagai catatan kecil saja. Dan banyak lagi sebetulnya, terdapat pembangunan infrastruktur di luar prioritas. Dibangun dengan anggaran fantastis, namun tanpa kejelasan manfaatnya,” katanya.
Dia berharap, jangan biarkan penggiat sosial seperti Pika Yadi harus berjalan sendirian dan tanpa dukungan.
Di sisi lain dia melihat, anggaran yang tak bermanfaat justru dikucurkan.
Bila begini terus, mau jadi apa,” ucapnya.
Editor : Nefri














