Reporter : Rachmat Sutjipto
OGAN KOMERING ILIR, Mattanews.co – Kelangkaan masker di pasaran menjadi keprihatinan tersendiri bagi Lindasari.
Sebagai seorang ibu sekaligus istri Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Iskandar, dirinya merasa terpanggil untuk berbuat lebih aktif membantu warga.
Terlebih, data terakhir status sebaran hingga Selasa (7/4/2020) kemarin, tercatat sebanyak 701 orang pendatang baru dinyatakan telah masuk Kabupaten OKI Sumsel.
“Ketersediaan masker di pasar saat ini amat terbatas dan seharusnya masker yang selama ini beredar diprioritaskan untuk keperluan medis. Warga bisa membuat masker sendiri dengan bahan dasar kain,” kata Lindasari di Kayuagung, Rabu (8/4/2020).
Dengan demikian, Pelaku Perjalanan wilayah Transmisi (PPT) mencatat sebanyak 5.026 orang.
Dari jumlah tersebut tersisa 4.775 Orang dalam proses pemantauan, setelah 251 orang dinyatakan selesai pemantauan dengan kondisi sehat.
Data itu juga menyebutkan, dari total 48 Orang Dalam Pengawasan (ODP), hanya 27 orang masih dipantau.
Sedangkan selebihnya, 21 ODP dinyatakan selesai pemantauan. Kemudian 2 Pasien Dalam Pemantauan (PDP) terdahulu dua orang dinyatakan negatif.
Hanya dua pasien positif Covid-19, yang kini tengah dirawat di RSMH Palembang.
Menggugah kesadaran warga saat pandemi Virus Corona merebak sejalan dengan penambahan kasus baru di luar Kabupaten OKI, penggunaan masker sebagai pelindung semakin penting bagi warga,
“Keprihatinan kami saat ini, mereka rentan tertular virus Covid-19 jika mereka tidak dilengkapi masker sebagaimana anjuran pemerintah beberapa waktu lalu,” ungkap Lindasari.
Melibatkan Tim Penggerak PKK kabupaten hingga jenjang terbawah, Dasawisma, Lindasari tampil terdepan dengan menginisiasi gerakan menjahit mandiri. Dimana langkah ini untuk memenuhi kebutuhan masker sebagai alat pelindung diri,
“Kampanye menjahit mandiri sebagai gerakan membangun solidaritas ditengah keprihatinan sekaligus mengedukasi warga untuk membiasakan memakai masker jika terpaksa beraktifitas diluar rumah,” katanya.
Saat ini Gerakan Menjahit Mandiri tengah mendata relawan jahit lainnya, untuk diajak berpartisipasi aktif dalam kegiatan kemanusiaan ini.
Lindasari mengatakan, ajakan tersebut terbuka untuk umum tanpa membedakan kecakapan yang dimiliki.
Ia menuturkan, warga lainnya dengan kategori non skill dapat mendonasikan bahan dasar masker berupa kain katun.
Setelah diproduksi, masker kain akan dibagikan gratis untuk warga.
Hasil produksi mandiri tersebut dibagikan cuma-cuma dengan memprioritaskan warga yang mengharuskan mereka tetap beraktifitas menjalankan profesinya
“Pembagian diprioritaskan untuk masyarakat yang berkegiatan di tempat umum, seperti pedagang pasar, tukang ojek, dan lain sebagainya,” ucapnya.
Editor : Nefri














