Reporter : Zulfi
Aceh Tamiang, Mattanews.co – Muridku sayang, sekolahku malang. Mungkin pribahasa ini yang cocok untuk menggambarkan keadaan Sekolah Dasar (SD) Negeri Seunebok Cantek di Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang.
Pagar di sisi sebelah kiri sekolah itu rusak parah. Bahkan pagar belakang hanya menggunakan sisa sisa pelepah daun sawit sebagai pagarnya.
“Dengan keadaan pagar seperti itu, kami sering merasa waswas”, kata Daud, guru di Negeri Seunebok Cantek, Selasa (8/1/2020).
Anak – anak, kata dia, kerap bermain ketika jam istirahat di pinggir pagar yang posisinya sudah tinggal jatuhnya saja.
“Kami khawatir ketika mereka bermain disana, pagar itu ambruk dan menimpa mereka. Itu tidak dapat kami bayangkan”, ujarnya
Ketika jam istirahat pun, para guru harus sering mengontrol para muridnya.
Sementara itu, Ketua Komite SD Seunebok Cantek Muhammad Nasir mengatakan, kondisi seperti itu sudah berlangsung sejak lama.
Menurut Nasir, keadaan itu sudah terjadi dari sebelum dirinya menjabat sebagai komite sekolah dan itu sudah sejak puluhan tahun.
Sementara, pemerintah menuntut agar setiap sekolah harus memiliki pekarangan yang bersih dan indah.
“Bagaimana sekolah bisa indah jika pagarnya saja tidak ada”, ujarnya
Keadaan ini, lanjut Nasir, membuat sekolah itu harus berswadaya dengan memagar keliling sekolah dengan bahan seadanya. Seperti dengan pelepah sawit agar memudahkan guru mengawasi anak anak.
Pihak sekolah juga sudah beberapa kali mengusulkan kepada pihak dinas terkait, agar dapat membantu pembangunan pagar itu. Namun hingga kini tidak mendapatkan respon dari pemerintah daerah setempat.
“Belakangan, saya dapat informasi bahwa di Tahun 2020 ini akan mendapatkan bantuan pagar dari dinas. Itu pun entah terealisasi atau tidak”, ujarnya
Untuk itu, Nasir sangat berharap kepada pemerintah daerah dan dinas terkait agar dapat memperhatikan sekolah itu.
“Bagaimana proses belajar mengajar dapat berjalan baik jika fasilitas dan kondisi sekolah seperti itu”, katanya
Tidak hanya kepada pemda dan dinas terkait, Nasir juga sangat berharap uluran tangan dari anggota legislatif Aceh Tamiang.
“Anggota dewan kan punya dana aspirasi, seharusnya itu juga bisa disalurkan kepada sekolah ini,” ucapnya.
Editor : Nefri














