MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Malang menimpa Syahroni (57), niat hati antar kue donat sebanyak tiga kotak, malah berbalas duka, sepeda motor kesayangannya jenis Honda Genio warna hijau BG 6246 ACW dibawa kabur pelaku, Jumat (22/8/2025).
Kejadian naas ini terjadi di Jalan Sido Ing Lautan Lorong Tapak Nyari, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat 2 Palembang, Rabu (20/8/2025) pada jam 08.20 WIB, sempat terekam CCTV di lokasi kejadian perkara.
Isteri korban, Warda (55) mengatakan, sehari sebelum kejadian, pelaku datang ke lapaknya berjualan di Pasar Suro, 30 Ilir, tidak jauh dari rumahnya. Namun donat yang dijual sudah habis. Keesokan harinya, pelaku kembali datang hendak memesan banyak donat, alasannya untuk acara di kantor.
“Karena pagi itu dia datangnya lambat, jadi donat hanya tinggal 2,5 kotak, ya sudah kata dia diborong saja. Dia mau pesan 10 kotak untuk acara kantor, terus kasih Rp 100 ribu untuk bayar 2,5 kotak donat itu sebagai uang muka,” ujar Warda saat dijumpai wartawan.
Lalu pelaku minta diantarkan Syahroni menggunakan sepeda motornya ke rumahnya di Lorong Tapak Nyari. Sesampainya, pelaku berlagak menghubungi istrinya dan bilang kepada Sahroni kalau donat pesanan itu akan dibawa istrinya. Jadi korban disuruh pelaku menjemput istri tidak jauh di lorong.
“Jadi suami saya ini nurut mencari istri pelaku katanya sudah di dekat lorong. Pas dicari ternyata istrinya tidak ada,” katanya.
Karena tidak ketemu, Sahroni kembali lagi menemui pelaku dengan maksud menanyakan keberadaan istrinya. Namun, pelaku justru meminjam motor korban dan mengatakan biar dia sendiri yang menemui istrinya.
“Bapak kami ini nurut dan percaya saja, dikasihlah motor ke pelaku. Tapi tidak pulang-pulang orangnya sudah beberapa menit, kalau terlihat di CCTV yang ada di dalam lorong bapak seperti kebingungan,” katanya.
Setelah itu Sahroni pulang dengan jalan kaki dan baru sadar kalau ia ditipu oleh pelaku.
Warda bersama anaknya mendatangi lokasi tempat suaminya ditipu, sempat menanyakan ke warga apakah depan rumah tempat pelaku dan suaminya bertemu dihuni orang atau tidak.
“Kami tanya ke warga sini, rumah ini ada orangnya tidak. Ternyata kata warga ini rumah kosong mau dijual, berarti pelaku bohong juga kalau itu rumahnya,” tuturnya.
Berdasarkan rekaman CCTV dan cerita Sahroni, pelaku memiliki ciri-ciri seorang pria dewasa memakai jaket, dan di dalamnya mengenakan kaus warna coklat mirip kaus polisi.
“Dia memang tidak ngaku polisi, tapi kausnya warna coklat yang sering dipakai polisi, celana dasar coklat dan bersepatu,” katanya.
Atas peristiwa itu korban sudah membuat laporan ke Polrestabes Palembang dan berharap pelaku ditangkap, motornya dikembalikan.
“Kami harap pelaku ditangkap dan motor kami kembali, kami tidak bisa jualan, sudah 3 hari tidak bisa jualan, bapak juga kalau malam jualan bandrek dihentikan oleh kejadian ini, anak saya tidak bisa kerja, jadi semuanya pakai motor ini,” tandasnya.














