MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Pagi itu seharusnya menjadi perjalanan biasa. Namun Rabu, 2 September 2026 sekitar pukul 07.00 WIB, Sungai Kapuas di depan Desa Pangeran, Kecamatan Silat Hilir mendadak riuh oleh teriakan.
Sebuah motor tambang penyeberangan yang mengangkut sekitar 30 orang penumpang tiba-tiba karam. Peristiwa terjadi hanya sekitar 30 meter dari bibir pantai Dermaga Desa Pangeran.
Meski kapal tenggelam, bersyukur tidak ada satu pun korban jiwa dalam kejadian ini.
Motor tambang tersebut diketahui berangkat dari Dermaga Desa Perigi dengan tujuan Dermaga Desa Pangeran. Kapal kayu berukuran 3 x 10 meter itu dibuat tahun 2012 dan menggunakan mesin Yamaha 15 PK.
Nahkodanya, Ruslan Abdulgani, 46 tahun, warga Dusun Melati, Desa Perigi, Kecamatan Silat Hilir, masih berupaya merapat ke dermaga saat musibah terjadi.
Menurut keterangan awal, kebocoran terjadi pada bagian badan kapal. Diduga beban muatan yang cukup banyak mempercepat masuknya air.
Parahnya, mesin pembuangan air tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya air terus masuk dan kapal tidak bisa diselamatkan.
“Berdasarkan keterangan awal, motor tambang mengalami kebocoran pada bagian badan kapal saat dalam perjalanan. Kondisi mesin pembuangan air juga tidak berjalan dengan baik sehingga air semakin banyak masuk dan akhirnya motor tambang karam,” terang Kasi Humas Polres Kapuas Hulu IPTU Jamali, S.A.P., M.H.
Menurut IPTU Jamali, jika kejadian ini terjadi saat air pasang atau di tengah sungai yang dalam, ceritanya bisa berbeda.
“Beruntung, pada saat itu kondisi Sungai Kapuas sedang surut. Titik kapal karam memiliki kedalaman hanya sekitar 50 sentimeter, “tuturnya.
Kemudian, dengan kondisi itu, para penumpang masih bisa keluar dari kapal dan berjalan ke tepian dengan bantuan warga sekitar. Tidak ada korban jiwa, tidak ada yang hilang. Semua selamat.
Usai kejadian, Personel Polsek Silat Hilir AIPTU Gatot Swarsono, AIPTU Ade Firmansyah Rahmad, dan BRIPKA Alladin langsung menuju lokasi.
“Mereka melakukan pengecekan TKP, mencatat identitas nahkoda, mendata jumlah penumpang, serta meminta keterangan dari para saksi untuk mengetahui penyebab pasti kejadian, “terang Iptu Jamali
IPTU Jamali menyampaikan imbauan tegas kepada seluruh pengelola dan motoris angkutan penyeberangan di wilayah Kapuas Hulu.
“Polres Kapuas Hulu mengimbau kepada para pengelola dan motoris angkutan penyeberangan agar selalu mengutamakan keselamatan penumpang, memastikan kondisi badan motor dalam keadaan layak, memperhatikan kapasitas muatan, serta memastikan peralatan keselamatan dan mesin pembuangan air berfungsi dengan baik sebelum berlayar,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi cermin. Transportasi sungai masih menjadi urat nadi masyarakat Kapuas Hulu. Namun keselamatan tidak boleh dikompromikan.
Ditambahkan Jamali, Polres Kapuas Hulu juga mengingatkan kepada masyarakat pengguna jasa penyeberangan agar selalu waspada. Perhatikan jumlah penumpang, gunakan pelampung jika ada, dan jangan ragu menegur jika melihat kapal yang sudah tidak layak.
“Kondisi sungai dan cuaca dapat berubah sewaktu-waktu. Utamakan keselamatan di atas segalanya,” tambah IPTU Jamali. (*)














