MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Pria paruhbaya berinisial J, diduga menipu warga dengan modus menawarkan sembako dengan harga murah, kemudian menukar uang pecahan Rp 50 ribu dengan amplop angpao merah kosong, di Jalan Pelita Lorong Sentosa I, Kelurahan 20 Ilir D II, Kecamatan Kemuning, Palembang, Selasa (19/8/2025).
Akibatnya, pelaku diamankan ke Polsek Kemuning untuk dimintai keterangan, terkait perbuatannya.
Rita Suryani (57), Ketua RT 23 setempat mengatakan, awalnya pelaku datang diantar ojek online berniat menawarkan sembako murah untuk warga.
“Tadi pagi kejadiannya. Dia mau menawarkan sembako murah. Katanya dari komunitas apalah itu,” ujar Rita saat dijumpai.
Rita menjelaskan pria tersebut bukan pertama kali datang. Ia masih ingat dengan wajah pelaku, sebab beberapa bulan lalu pria tersebut pernah datang ke tempatnya, menipu suaminya dan salah seorang warga. Ia pun memberitahukan salah seorang anaknya yang ada di rumah tentang keberadaan pria tersebut.
“Saya intip dari jendela saya ingat wajahnya. Terus saya keluar untuk mendengar dia menjelaskan tentang sembako itu,” katanya.
Kemudian di saat pelaku lengah Rita mencabut kunci motor ojek online yang mengantarnya.
“Kunci saya cabut pas pelaku mau berjalan ke motor. Lalu bersama anak dan warga kami interogasi dan pelaku mengakui perbuatannya, saya ingat dengan wajah pelaku sebab sekitar bulan Januari 2025 lalu ia pernah ditipu Rp 500 ribu dengan modus yang sama. Katanya ambil di pasar 16 Ilir, jadi diajaklah suami saya pergi. Tapi sebelum pergi diminta mandi dulu sebelum berangkat,” ujarnya.
Tiba-tiba pelaku langsung hendak menukar uang lima ratus ribu pecahan Rp 100 ribu menjadi Rp 50 ribu, suaminya yang saat itu hendak mandi terpaksa keluar lagi.
Setelah uang pecahan diberikan, pelaku meletakkan sebuah angpao di meja. Kemudian pelaku cepat-cepat pergi dari rumahnya dan tak ada kabar lagi.
Ketika pagi ini pelaku datang lagi, Rita bersama anak-anaknya mengamankan pelaku dan menyerahkan ke pihak Kepolisian Sektor Kemuning.
“Kami serahkan dan pelaku dijemput Polsek Kemuning, kalau pengakuan memang benar dia menipu. Alasan dia buat berobat,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Kemuning, AKP Jailili mengatakan, pihaknya menerima aduan setelah Ketua RT menghubungi Polsek bahwa ada seseorang yang hendak menawarkan sembako. Namun karena pernah ada warga yang ditipu akhirnya pria tersebut diamankan.
“Jadi ada ketua RT menghubungi Polsek bahwa ada seseorang mengaku bernama Joni. Karena beliau sudah tau Joni ini sudah sering melakukan (modus penipuan) di seputaran wilayahnya, jadi dia langsung hubungi Polsek dan mengamankan Joni,” ujar Jailili saat dijumpai.
Dari informasi Ketua RT dan keterangan pelaku Joni, sudah sering beraksi di seputaran wilayah Kemuning. Modus yang dilakukan adalah menawarkan sembako untuk warga kurang mampu, namun setelah uang diberikan sembako tak kunjung diberikan.
“Modusnya menawarkan sembako, sebelumnya pernah begitu. Setelah uang dikasih sembako tidak kunjung diantar. Nah kejadian hari ini belum sempat terjadi, karena Ketua RT masih ingat jadi si pria ini diamankan. Motif dia ya ekonomi lah,” ujarnya.
Karena tak ada keluarganya yang ada di Palembang, pihaknya bersama Ketua RT berencana akan menyerahkan Joni ke Dinas Sosial Kota Palembang.














