BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARA

Nusa Edu Dorong Transformasi Digital Pesantren, Buka Akses Teknologi Terjangkau untuk Pendidikan Islam

×

Nusa Edu Dorong Transformasi Digital Pesantren, Buka Akses Teknologi Terjangkau untuk Pendidikan Islam

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, CIAMIS – Rendahnya capaian literasi dan numerasi di Indonesia menjadi keprihatinan bersama. Di tengah tantangan tersebut, inovasi digital mulai hadir menyentuh lembaga pendidikan Islam. Salah satunya melalui aplikasi Nusa Edu, produk dari Perusahaan Aplikasi Nusantara Internasional, yang berkomitmen mengangkat derajat pesantren melalui teknologi pendidikan berbasis digital, acara ini berlangsung di larissa hotel ciamis. Senin (13/10/2025).

Perwakilan Perusahaan Aplikasi Nusantara Internasional, Sugeng Hary Purnomo, mengatakan bahwa Nusa Edu dirancang untuk membantu pesantren meningkatkan kualitas manajemen dan proses belajar mengajar dengan cara yang mudah serta terjangkau.

“Kami ingin pesantren bisa naik kelas, tidak lagi dianggap sebagai pilihan kedua, ketiga, atau keempat, tetapi menjadi pilihan utama dalam dunia pendidikan,” ujar Sugeng saat memaparkan sosialisasi Nusa Edu di hadapan para pimpinan pesantren di Jawa Barat.

Keprihatinan atas Rendahnya Kualitas Pendidikan

Dalam paparannya, Sugeng menyoroti data internasional yang menunjukkan bahwa kemampuan literasi dan numerasi siswa Indonesia masih tergolong rendah.

“Indonesia berada di peringkat 72 dari 77 negara dalam kemampuan membaca, peringkat 67 dari 70 untuk matematika, dan dalam sains pun masih tertinggal,” ungkapnya.

Menurutnya, salah satu penyebab rendahnya capaian tersebut adalah belum meratanya fasilitas pendidikan, termasuk di lingkungan pesantren. Banyak pesantren masih menghadapi keterbatasan sarana, sumber daya, serta minimnya penerapan teknologi dalam kegiatan belajar.

“Pesantren seharusnya menjadi benteng moral sekaligus pusat kecerdasan bangsa. Namun karena keterbatasan fasilitas, banyak orang tua belum menjadikan pesantren sebagai pilihan utama bagi anak-anaknya,” jelasnya.

Teknologi Jadi Pembeda

Sugeng mencontohkan adanya kesenjangan antar-pesantren dalam pemanfaatan teknologi. Beberapa pesantren modern dengan fasilitas lengkap justru mengalami peningkatan jumlah santri dan mutu pendidikan.

“Ada pesantren di Bogor yang biayanya mencapai Rp55 juta untuk masuk dan Rp5 juta per bulan. Namun justru berkembang pesat karena seluruh aktivitasnya sudah didukung teknologi, mulai dari sistem keamanan, parkir, hingga pembelajaran,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, Nusa Edu hadir sebagai solusi alternatif yang lebih inklusif dan terjangkau. Platform ini memungkinkan pesantren dengan sumber daya terbatas untuk mengakses layanan digital yang sama tanpa biaya besar.

Fitur dan Manfaat Nusa Edu

Melalui aplikasi Nusa Edu, guru dapat melakukan absensi santri dengan fitur foto yang otomatis terhubung ke ponsel orang tua. Orang tua juga dapat memantau nilai, tugas, serta aktivitas harian anak secara langsung melalui sistem daring.

“Dengan biaya hanya puluhan ribu rupiah per bulan, orang tua bisa melihat kondisi anaknya setiap hari tanpa harus datang ke pesantren,” terang Sugeng.

Selain itu, Nusa Edu juga menyediakan sistem komunikasi internal antara pengajar, santri, dan wali santri, serta mendukung digitalisasi administrasi dan pelaporan akademik pesantren.

Fokus di Jawa Barat, Siap Diperluas Nasional

Saat ini, Nusa Edu telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan EPP Jawa Barat sebagai langkah awal penerapan sistem di berbagai pesantren di wilayah tersebut.

“Kami ingin fokus dulu di Jawa Barat agar implementasinya matang sebelum diperluas ke daerah lain,” tutur Sugeng.

Ke depan, ia berharap digitalisasi pesantren dapat memperkuat peran lembaga pendidikan Islam dalam membentuk generasi unggul yang religius dan adaptif terhadap teknologi.

“Bayangkan jika suatu saat pilot, dokter, atau pengusaha di negeri ini adalah hafiz Al-Qur’an yang tetap menjaga shalat lima waktu. Itulah cita-cita kami mencetak insan cerdas, berakhlak, dan berdaya saing,” pungkasnya.