BERITA TERKINI

Objek Wisata Bukit Sulap Terbengkalai, Ini yang Dilakukan Legislatif

×

Objek Wisata Bukit Sulap Terbengkalai, Ini yang Dilakukan Legislatif

Sebarkan artikel ini
Sidak yang dilakukan DPRD Lubuklinggau di tempat wisata Bukit Sulap.
Sidak yang dilakukan DPRD Lubuklinggau di tempat wisata Bukit Sulap.

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Terkait viralnya objek Wisata Bukit Sulap terbangkalai, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Lubuklinggau melakukan inspeksi mendadak (sidak) , Senin (8/3/2021) pukul 14.00 WIB. Dalam kesempatan itu, Ketua komisi II DPRD, Abdul Nasir beserta rombongan mengaku sangat kecewa terhadap Dinas Pariwisata karena saat masih jam kerja kantor terlihat kosong.

“Ini jam kerja, masih pukul 14.00 WIB, tak ada satupun pegawai ataupun kepala dinas yang berada di kantor,” keluh Abdul Nasir. Kondisi kosongnya kantor Dinas Pariwisata di saat jam kerja ini,
memyebabkan pihaknya tidak mendapatkan informasi. Diakuinya, jika kehadiran komisi II di taman wisata bukit sulap ini untuk melihat langsung situasi serta kondisi wisata alam bukit sulap yang juga berdampingan dengan Kantor Dinas Pariwisata Kota Lubuklinggau.

Melihat kondisi objek wisata ini, Abdul Nasir berharap agar pemerintah Kota Lubuklinggau dapat mengelola objek wisata Bukit Sulap dengan baik agar adanya peningkatan pendapatan daerah. Kekecewaan yang sama di ungkapkan Wansari, wakil ketua Komisi II dari Fraksi PDIP yang mengaku sangat kecewa dengan kondisi objek wisata bukit sulap yang terkesan terbengkalai. “Banyak fasilitas yang dibangun kondisinya rusak, salah satunya Inclinator,” tegas Wansari.

Menurutnya, inclinator ini merupakan wahana yang diandalkan dan menjadi icon dari pemerintah kota Lubuklinggau untuk mendatangkan wisatawan baik lokal maupun luar negeri. Diakuinya, di dalam pengelolaan pariwisata ini, kemungkinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam hal ini Dinas Pariwisata Kota Lubuklinggau tidak mampu untuk melaksanakan ide -ide dari Pak Walikota, baik dilihat dari segi pengelolaan,  promosi dan manfaat masih sangat jauh dari harapan. Ditambahkanya,pembangunan fasilitas obkek wisata ini terkesan penghamburan dan pemborosan anggaran.

“Dana puluhan miliar tapi manfaatnya sangat kecil,” keluhnya. Lebih lanjut Wansari menegaskan agar Pemerintah Kota Lubuklinggau dapat melakukan evaluasi terhadap kinerja Perangkat daerah terutama bidang pariwisata baik dari segi disiplin kerja maupun tatakelola pengelolaan pariwisata agar tidak mengalami kegagalan pungkasnya.

Sementara Bambang Rubianto Anggota DPRD Fraksi PKS bagaimana mungkin aset yang sedemikian besar ini di kelola oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab kinerjanya seperti ini, pada saat jam kerja mereka tidak ada kemudian aset tidak terpelihara dengan baik terbukti pada saat meninjau inclinator terlihat sangat memprihatinkan dan tidak di lengkapi alat pengaman di dalam inclinator (kereta miring) , tadi hampir saya terjatu karna licinnya jalan, jika di biarkan terus seperti ini dapat mengeluarkan biaya yang lebi besar saat melakukan perbaikan.