MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Kabupaten Tulungagung dalam pengumuman resmi perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berdasar Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) Nomor 48 Tahun 2021 mulai 5-18 Oktober 2021 masih berada pada level 3.
Indikasi masih bertahannya level 3 PPKM di Kabupaten Tulungagung salah satu faktor masih kurang maksimal vaksinasi terhadap masyarakat Lanjut usia (Lansia).
Satuan tugas (Satgas) Gugus Covid-19 Kabupaten sangat optimis minggu depan Tulungagung akan mengalami penurunan level PPKM.
“Jadi begini, kita optimis minggu depan, Tulungagung akan turun level,” kata Bupati Tulungagung Drs.Maryoto Birowo usai upacara penyerahan penghargaan pencegahan Covid-19 bertempat di halaman Pemerintah kabupaten setempat, Senin (11/10/2021) Pagi.
Maryoto menjelaskan, beberapa alasan Satgas Kabupaten memberikan penghargaan kepada stakeholder yang terkait dalam percepatan penanganan Covid-19.
Mengingat masalah perkembangan Covid-19 di Tulungagung semakin kondusif dan mantab.
“Iya benar, semakin mantab, terbukti dari jumlah Bed Occupancy Rate (BOR.red) juga turun, jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 turun secara signifikan,” terangnya.
“Selain itu, warga masyarakat sudah baik namun demikian untuk sementara waktu sesuai Imendagri Nomor 48 Tahun 2021 masih berada pada level 3 PPKM,” imbuhnya.
Berdasar kajian Provinsi Jawa Timur, Maryoto menambahkan Kabupaten Tulungagung masuk level 1 tapi berdasar dari Imendagri no 48 tahun 2021 masih level 3.
“Paling penting kondisi daerah masih mantab,” tambahnya.
Bupati Tulungagung memaparkan pelaksanaan vaksinasi massal terhadap masyarakat Lansia masih kurang maksimal. Hal itu perlu kita menyadari kurang maksimal pelaksanaan vaksinasi adanya beberapa kendala yang terjadi.
Kendala yang dirasakan khususnya jumlah vaksin terbatas dan kita tunggu vaksin dari Pemerintah pusat.
“Kita menyadari yang jelas para Lansia terkait faktor usia diatas 60 apalagi usia 70 atau 74 keatas kondisi kesehatan (badan demam atau lainnya.red) merupakan kendala utama, ataupun keluarga tidak ada yang mengantar dengan demikian kita datangi dan banyak hal, target waktu kita upayakan semaksimal mungkin,” paparnya.
“Kita akan menggenjot vaksinasi Lansia salah satu strategi dengan sistem jemput bola bersama Satgas Gugus Covid-19 Kabupaten (Bupati, Kapolres, Dandim.red) dan aparat di lapangan maupun perangkat kami atau Kepala desa yang melaporkan, maka tenaga kesehatan yang nantinya menjemput bola,” sambungnya.
Pelaksanaan vaksinasi lansia, jelas Maryoto hari ini sudah mencapai 25 persen sedangkan sisa 15 persen tidak begitu banyak, maka kita akan melakukan dengan menjemput bola.
Mengenai penyerahan penghargaan pencegahan Covid-19, Maryoto menjelaskan adanya beberapa indikator wilayah tersebut menerima reward.
“Seperti kecamatan yang menerima penghargaan kriterianya seperti vaksinasi bagus, tingkat kesadaran masyarakat dalam memakai masker sangat baik, jumlah terkonfirmasi sedikit dan masyarakat sangat tanggap adanya sosialisasi dalam percepatan penanganan Covid-19,” jelasnya.
Bupati Tulungagung menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat dan stakeholder terkait agar secara bersama-sama bergerak dalam percepatan penanganan Covid-19.
“Kita mengundang seluruh elemen, bukan hanya Satgas Gugus yang jumlahnya sangat terbatas, tapi juga tokoh masyarakat, agama, pemuda maupun awak media mari secara bergandengan tangan dalam membantu melaksanakan percepatan tersebut,” ujar Maryoto.
“Dengan demikian, kita sangat optimis minggu depan di Kabupaten Tulungagung akan mengalami penurunan level PPKM,” tandasnya.














