NUSANTARA

Organisasi Wartawan Bangka Belitung Kecam Aktifitas Konferensi Pers Tatap Muka

×

Organisasi Wartawan Bangka Belitung Kecam Aktifitas Konferensi Pers Tatap Muka

Sebarkan artikel ini

Reporter : Nopri

BANGKA BELITUNG, Mattanews.co Tiga Organisasi wartawan yang merupakan konstituen Dewan Pers yang ada di Propinsi Bangka Belitung, mengecam serta mengkritik pihak-pihak yang masih mengundang wartawan untuk melakukan konferensi pers tatap muka.

Ketiga organisasi tersebut yaitu Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Biro Pangkalpinang dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bangka Belitung.

Ketua PWI Bangka Belitung Muhammad Faturahman mengatakan, konferensi pers tatap muka seharusnya tidak dilakukan karena menjadikan posisi wartawan menjadi beresiko  terpapar virus Corona (Covid-19).

Menurutnya, perkumpulan massa dalam acara yang tidak terlalu penting, atau hanya bersifat seremonial sebaiknya tidak perlu dilakukan.

“Pihak-pihak yang ingin memberikan informasi, cukup dengan memberikan rilis tertulis ataupun menghubungi media via telepon, SMS atau pesan WhatsApp,” ujarnya, Sabtu (28/03/2020).

Informasi tidak hanya dari pihak terkait yang menghubungi wartawan. Namun pihak-pihak yang dianggap layak memberikan keterangan saat dihubungi wartawan juga harus aktif melayani.

“Jangan juga cuma memberikan rilis saja. Tapi saat wartawan yang menghubungi susah. Narasumber harus aktif melayani upaya konfirmasi wartawan. Kalau pun belum ada waktu melayani upaya konfirmasi wartawan, sebaiknya diinformasikan agar bisa dihubungi kembali saat sudah ada waktu,” ungkapnya.

Di tengah situasi saat ini, lanjutnya, wartawan tetap harus menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan saat bertugas. Agar tidak menjadi bagian orang yang suspect Corona, baik itu ODP maupun PDO.

“Wartawan dan narasumber tetap menjaga jarak. Social distancing ataupun physical distancing tetap harus diterapkan saat bertugas,” katanya.

Koordinator AJI Biro Pangkalpinang Barlyanto menuturkan, untuk mengurangi aktivitas langsung yang membuat jurnalis berpotensi tertular Covid-19 atau virus corona, konferensi pers bisa dilakukan via live streaming atau online.

“Konferensi pers secara online dilakukan bukan untuk membatasi kebebasan pers. Namun lebih kepada keselamatan teman-teman jurnalis. Jika terpaksa konferensi pers tatap muka maka penyelenggara perlu mengatur duduk antar jurnalis maupun narasumber dapat dibatasi. Bagi petugas atau instansi yang mengadakan konferensi pers harus disediakan masker dan hand sanitizer,” ungkapnya.

Ketua IJTI Bangka Belitung Joko Setyawanto juga menyesalkan, masih adanya konferensi pers tatap muka yang dinilai mengindahkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Corona.

Selain itu, Newsroom masing-masing media tidak menugaskan jurnalisnya jika ada undangan konferensi pers tatap muka.

“Kita mendesak instansi memberikan keterangan pers secara live streaming tanpa mengundang kehadiran jurnalis. Perusahaan media juga harus memastikan keselamatan jurnalis dengan membatalkan penugasan jika dianggap membahayakan,” ujar Joko.

Joko menambahkan jurnalis harus mengutamakan keselamatan saat liputan dengan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.
“Itu juga bagian dari upaya jurnalis turut serta memerangi penyebaran virus Corona,” ujar dia.

Editor : Nefri