Ormas DPP Lidikkrimsus Geruduk Kejati Sumsel

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Puluhan masa aksi yang tergabung dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lidikkrimsus RI Sumatera Selatan (Sumsel), menggelar aksi dugaan korupsi oknum bendahara di Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Aksi protes tersebut digelar di halaman Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Senin (5/4/2021).

Bacaan Lainnya

Koordinatori Aksi Hifzon Munandar, didampingi Korlap Solah dalam orasinya mengatakan, mereka meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, untuk mengusut tuntas dugaan selisih pajak sebesar Rp31.047.358.155.

Mereka juga mendesak Kejati Sumsel memanggil dan memeriksa oknum bendahara pengeluaran Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten OKI, terkait dugaan melakukan penyalahgunaan wewenang.

“Daei konfirmasi ke pihak bank, menunjukkan di tahun 2019, ada enam kali transaksi pemindahbukuan. Yaitu dari rekening giro Kecamatan Tanjung Lubuk ke rekening pribadi bendahara sebesar Rp.313.955.750.00,-,” ujar Hifzon dalam orasinya di Kejati Sumsel.

Hifzon mengungkapkan, merekw juga mendesak Kejati Sumsel untuk mengusut tuntas dugaan KKN, Mark Up pemindahan buku koleksi Perpustakaan SD.

Yang mana berdasarkan kontrak nomor 463/07/SPP/D.DIK/DAK/2019 tanggal 17 Juli 2019, sebesar Rp1.987.601.953. Lalu, ada juga keterlambatan penyelesaian pekerjaan.

“Usut tuntas dugaan KKN, Mark Up pengadaan buku koleksi perpustakaan SMP dilaksanakan berdasarkan kontrak nomor 464/07/SPP/D.DIK/DAK/2019 tanggal 19 Juli 2019 sebesar Rp272.683.205,” katanya.

Dia melanjutkan, Kejati Sumsel harus juga mengusut serta memanggil oknum terkait, guna menindaklanjuti temuan dari aktivis DPP Lidikkrimsus RI Sumsel.

Dan akan mengawal kasus tersebut agar dapat diproses secara profesional sesuai dengan aturan dan ketentuanhukum yang berlaku serta transparan.

Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman mengucapkan terima kasih, atas informasi dugaan tindak pidana korupsi yang telah disampaikan

“Silahkan buat laporan, dan nantinya teman-teman aktivis bisa mempertanyakan sejauh mana perkembangan laporan,” katanya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait