Ormas Pekat IB Nilai Gugus Tugas Penanganan Covid Jabar Tidak Tegas

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, CIAMIS – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Barat dari Organisasi Masyarakat (Ormas) Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB), menggelar dialog bersama Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat, Sabtu (6/2/2021).

Andri Firmansyah, S.Sos., Sekretaris Ormas Pekat IB, DPW Jabar mengatakan, kalau Daud Achmad, selaku Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jabar, tidak tegas terhadap pelanggaran PSBB di wilayah Kota Bandung.

Bacaan Lainnya

Khususnya tindakan tegas kepada para pelaku usaha hiburan malam yang berada di wilayah Kota Bandung.

“Wali Kota Bandung tidak merespon surat pengaduan dari rekan-rekan jajaran Ormas Pekat IB, DPD Kota Bandung dengan cepat,” ujar Andri.

Andri juga mengatakan, Pekat IB sudah bertindak tegas untuk memberikan efek jera terhadap para pelaku usaha hiburan malam di Kota Bandung, yang terkesan menantang, padahal sudah ditutup, bahkan disegel. Tapi masih ada yang memberanikan diri untuk beroperasional.

Saat ditanyai nama-nama usaha hiburan malam yang masih membandel, Andri menyebutkan, di kawasan Jalan Sulanjana yang mana terlihat tutup dan sepi, nyaris tidak ada kehidupan. Namun anehnya banyak parkir mobil di salah satu Apotek yang berada di Wilayah Jalan Sulanjana.

“Saya tidak mau marwah Pemerintah atau Institusi Penegak Hukum di Wilayah Jabar dipermainkan oleh oknum-oknum pelaku jasa hiburan malam yang selalu menganggap kecil sebuah permasalahan, ucapnya.

Saya berharap kepada Ketua Satgas Covid-19 Kota Bandung, dapat segera merespon atau berkomunikasi dengan jajaran Pekat IB DPD Kota Bandung,” pungkasnya.

Senada dengan itu, Ketua Ormas Pekat IB, DPW Jawa Barat, Boyke Luthfiana Syahrir S.H.,M.H. yang hadir di acara tersebut, mengatakan bahwa sangat disayangkan sikap para pelaku usaha hiburan malam yang bersikap arogan dan tidak mentaati aturan pemerintah pusat, maupun pemerintah daerah.

“Saya berharap, ketua harian Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jabar dapat segera berkordinasi dengan pihak Pemerintah Kota Bandung. Agar dapat bertindak tegas serta jangan lengah dengan prilaku pengusaha hiburan malam yang terkesan bermain kucing-kucingan dengan satgas covid,” ucap Boyke

Boyke menjelaskan, pelaksanakan operasi penertiban jam operasional semua usaha tutup pada pukul 20.00 WIB, tapi masih ada tempat hiburan malam yang memberanikan diri beroperasional hingga pada pukul 03.00 pagi.

“Apalagi jelas dikatakan oleh pihak Pemkot Bandung, masih ada beberapa hiburan malam yang belum mengantogi perizinan dari pemerintah,” lanjutnya.

Mengenai tanggapan tersebut, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jabar, Daud Achmad, sangat berterimakasih atas dialog serta informasi dari Rekan-rekan Ormas Pekat IB DPW Jabar yang sangat peduli terkait pencegahan Virus Covid 19 di wilayah Jabar.

“Saya akan melaksanakan kordinasi dengan pihak-pihak terkait serta Pemkot Bandung dan segera menyampaikan masukan beserta informasi dari jajaran Pekat IB tersebut,” ujarnya.

Secepatnya ia juga akan berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jabar.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait