BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHAN

Pameran Museum Daerah 2026 Dibuka, Pemkab Tulungagung Bidik Generasi Muda Kenali Sejarah dan Budaya

×

Pameran Museum Daerah 2026 Dibuka, Pemkab Tulungagung Bidik Generasi Muda Kenali Sejarah dan Budaya

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung Provinsi Jawa Timur memperkuat upaya pelestarian sejarah dan budaya dengan membuka Pameran Temporer Museum Daerah Kabupaten Tulungagung Tahun 2026.

Mengusung tema “Ekspresi Seni dan Budaya: Jejak Sejarah, Identitas, dan Mahakarya”, pameran tersebut resmi dibuka Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., di halaman Museum Daerah Kabupaten Tulungagung, Selasa (22/9/2026).

Pameran ini tidak sekadar menghadirkan benda-benda koleksi bersejarah. Pemkab Tulungagung mendorong museum menjadi ruang pembelajaran yang hidup sekaligus sarana bagi generasi muda untuk mengenal perjalanan sejarah, identitas, seni, dan budaya daerah.

Pembukaan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tulungagung Drs. Tri Hariadi, M.M., Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung Muhamad Ardian Candra, S.STP., sejumlah kepala perangkat daerah, Camat Tulungagung, Camat Boyolangu, perwakilan museum dan lembaga kebudayaan, komunitas budaya, peserta pameran, serta para pelajar.

Rangkaian pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, penampilan Tari Jejer Jaran Dhawuk, doa, dan laporan panitia.

Setelah sambutan Plt. Bupati, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan kepada para partisipan, foto bersama, serta peninjauan langsung stan-stan pameran.

Museum Didorong Jadi Ruang Edukasi

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung Muhamad Ardian Candra mengatakan, Pameran Temporer Museum Daerah 2026 merupakan bagian dari program kerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung.

Kegiatan tersebut juga memperoleh dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik berupa Bantuan Operasional Penyelenggaraan Museum dan Taman Budaya Tahun 2026 dari Kementerian Kebudayaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurut Ardian, keberadaan pameran tidak hanya diarahkan untuk menampilkan koleksi museum. Lebih jauh, pameran menjadi sarana edukasi, promosi, komunikasi, sekaligus upaya meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung ke museum.

“Pameran ini menjadi media promosi, edukasi, dan komunikasi museum serta memperkenalkan keberagaman seni dan budaya Indonesia beserta nilai sejarah, pengetahuan, dan identitas yang terkandung di dalamnya,” kata Ardian.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga dan kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap warisan budaya.

Pameran sekaligus menjadi ruang pertemuan bagi museum, lembaga kebudayaan, dan komunitas untuk memperkenalkan koleksi serta kekayaan budaya masing-masing. Interaksi tersebut diharapkan memperkuat jejaring dan kerja sama dalam upaya pelestarian budaya.

Digelar Tiga Hari, Libatkan Peserta dari Sejumlah Daerah

Pameran Temporer Museum Daerah Tulungagung 2026 berlangsung selama tiga hari, 22–24 September 2026, mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB di Museum Daerah Kabupaten Tulungagung.

Sejumlah museum, lembaga kebudayaan, dan komunitas dari Tulungagung maupun luar daerah ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Dari luar Kabupaten Tulungagung, peserta antara lain Kedaton Wayang Sukoharjo, UPTD Museum Kota Surabaya, Museum FID Universitas Airlangga Surabaya, serta Museum Anjladang Kabupaten Nganjuk.

Sementara dari Tulungagung, pameran diikuti Komunitas Asta Gayatri, Museum Gua Tenggar, Situs Jengglungan Desa Pulo Tondo, Dodok Sadjiwo Jati, serta Komunitas Aji Nyawiji.

Beragam koleksi dan ekspresi budaya yang ditampilkan diharapkan mampu membuka perspektif baru masyarakat mengenai museum.

Benda-benda koleksi tidak hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan mengenai perjalanan sejarah, identitas, kreativitas, kepercayaan, dan kehidupan masyarakat pada masanya.

Ahmad Baharudin: Museum Harus Dekat dengan Generasi Muda

Plt. Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin menegaskan, museum memiliki peran strategis dalam melestarikan, merawat, mengembangkan, sekaligus memperkenalkan sejarah dan budaya kepada masyarakat.

Menurutnya, setiap koleksi museum menyimpan nilai sejarah dan budaya yang dapat menjadi sumber pengetahuan untuk memahami perjalanan kehidupan serta perkembangan identitas suatu daerah.

“Setiap koleksi memiliki cerita dan makna yang berkaitan dengan perjalanan sejarah, identitas masyarakat, serta kemampuan dan kreativitas pada masanya,” ujar Ahmad Baharudin.

Ia berharap pameran tersebut mampu menghadirkan ruang belajar sejarah yang lebih menarik, khususnya bagi generasi muda.

Pemkab Tulungagung, lanjutnya, akan mendorong agar anak-anak dan pelajar memiliki kesempatan lebih luas mengunjungi Museum Daerah sebagai bagian dari proses pembelajaran sejarah dan budaya.

Ahmad juga menyinggung kekayaan sejarah Tulungagung yang memiliki sejumlah peninggalan penting, termasuk temuan Wajakensis. Menurutnya, kekayaan tersebut dapat menjadi bagian penting dalam memperkenalkan sejarah Tulungagung kepada masyarakat secara lebih luas.

Karena itu, pengembangan Museum Daerah ke depan diharapkan tidak berhenti pada fungsi penyimpanan dan pemeliharaan koleksi.

Museum juga perlu diarahkan menjadi bagian dari pengembangan wisata edukasi sejarah dan budaya.

“Kita perlu menyiapkan museum ini sesuai dengan kebutuhan, sehingga benar-benar dapat menjadi tempat untuk berwisata sekaligus menggali sejarah dan budaya, serta dapat kita kenalkan kepada wisatawan secara nasional,” katanya.

Museum Jadi Jembatan Sejarah untuk Masa Depan

Setelah menyampaikan sambutan, Ahmad Baharudin secara resmi membuka Pameran Temporer Museum Daerah Kabupaten Tulungagung Tahun 2026.

Pembukaan dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan kepada para partisipan dan peninjauan stan pameran. Ahmad Baharudin bersama jajaran juga melihat langsung berbagai koleksi dan materi yang ditampilkan oleh museum, lembaga kebudayaan, serta komunitas peserta.

Melalui pameran ini, Pemkab Tulungagung ingin mendekatkan museum kepada masyarakat dan mengubah cara pandang bahwa museum bukan sekadar tempat menyimpan benda-benda lama.

Museum diharapkan menjadi ruang belajar bersama, tempat generasi muda memahami dari mana mereka berasal, mengenali identitas budayanya, sekaligus melihat bagaimana warisan masa lalu dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan.

Sebab, sejarah yang hanya disimpan akan menjadi koleksi. Namun sejarah yang dipahami, dirawat, dan diwariskan akan tetap menjadi identitas bagi generasi berikutnya.

Penulis: Ferry Kaligis
Editor: Riki Okta Putra