MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, melalui Dinas Pertanian menggelar pameran tanaman hias di halaman parkir sisi barat Gedung Olahraga (GOR) Lembu Peteng dari tanggal 2 hingga 8 Desember 2023.
Pameran tersebut secara resmi dibuka oleh Penjabat (Pj) Bupati Tulungagung, Jawa Timur, Dr. Ir. Heru Suseno, M.T., didampingi oleh Sekda Kabupaten Tulungagung, Drs. Sukaji, M.Si., dan Kepala Dinas Pertanian, Drs. Suyanto, M.M.
Heru Suseno menyatakan bahwa pameran tanaman hias ini bertujuan untuk membangkitkan kembali minat para penghobi, pembudidaya, dan pecinta pohon bonsai serta tanaman hias di Kabupaten Tulungagung.
Menurut Heru, mereka memiliki komunitas tersendiri yang sangat antusias terhadap tanaman pohon bonsai. Mereka cenderung tidak berpaling karena semuanya didasari oleh hobinya.
“Ini adalah hari di mana kita secara resmi membuka pameran tanaman hias yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian. Meskipun telah berlangsung hingga hari ke-6,” ujarnya.
Tujuan utamanya, jelas Heru, adalah untuk membangkitkan kembali minat para penghobi, pembudidaya, dan pecinta bonsai serta tanaman hias di Tulungagung.
Heru juga menambahkan bahwa Dinas Pertanian menginisiasi pameran bonsai ini dengan harapan dapat menarik minat masyarakat dan para pecinta tanaman tersebut.
Pameran tanaman hias dan pohon bonsai ini diikuti oleh 640 peserta baik dari Tulungagung maupun luar kota. Ini menjadi wadah untuk mempromosikan hasil karya sebagai bentuk kehadiran Pemkab Tulungagung di tengah masyarakat.
“Selain itu, sebagai upaya kami untuk memberikan apresiasi kepada penghobi, pencinta, dan pembudidaya pohon bonsai serta tanaman hias,” tambahnya.
Lebih lanjut, Heru menjelaskan bahwa kegiatan pameran tanaman hias ini telah menjadi agenda rutin setiap tahun dari Dinas Pertanian.
“Ini adalah agenda rutin setiap tahunnya. Tadi saya menyampaikan kepada Pak Kadin bahwa jika pameran ini memberi manfaat bagi para penghobi dan pembudidaya, maka mari kita lanjutkan. Namun, jika peserta hanya berasal dari regional seperti Tulungagung, Blitar, dan sekitarnya, tanpa mendatangkan keuntungan, maka saya usulkan perubahan format,” terangnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari ekonomi kreatif karena merupakan upaya untuk meningkatkan nilai tambah dari tanaman. Awalnya, mungkin harganya biasa saja, namun dengan diolah sedemikian rupa, tanaman tersebut menjadi memiliki nilai seni sehingga harganya menjadi tinggi.
Kemudian, akan ada evaluasi dari Dinas Pertanian. Salah satu indikatornya adalah melalui transaksi. Apakah transaksi tersebut menguntungkan atau tidak.
“Jangan ditanyakan apakah tidak menguntungkan. Tetapi dari partisipasi peserta yang mencapai 640 peserta, saya yakin hal itu pasti memberikan manfaat bagi mereka yang ikut serta dalam pameran tersebut,” terangnya.














