BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHAN

PASPORIA Menyapa Perbatasan Indonesia – Malaysia, Kanim Putussibau Buka Layanan Paspor Langsung di PLBN Badau

×

PASPORIA Menyapa Perbatasan Indonesia – Malaysia, Kanim Putussibau Buka Layanan Paspor Langsung di PLBN Badau

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Masyarakat perbatasan Kabupaten Kapuas Hulu kini tidak perlu lagi jauh-jauh ke Kota Putussibau untuk mengurus paspor. Kantor Imigrasi Kelas III TPI Putussibau resmi menghadirkan layanan PASPORIA atau Paspor Ceria di kawasan Pasar Wisata PLBN Badau, Jumat (22/8/2026) kemarin.

Kehadiran PASPORIA ini merupakan bagian dari rangkaian Kegiatan Lentera Batas Negeri – Layanan Perbankan Nusantara Tahun 2026 yang digagas oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Barat.

PASPORIA merupakan inovasi layanan keimigrasian dari Direktorat Jenderal Imigrasi. Layanan ini dirancang untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengurus permohonan baru maupun penggantian paspor di luar hari dan jam kerja kantor.

“Kehadiran layanan ini menjadi bentuk komitmen Direktorat Jenderal Imigrasi untuk memperluas akses pelayanan publik yang semakin mudah dan fleksibel,” kata Budi Santoso selaku Kasubsi Lalintalkim pada Kantor Imigrasi Kelas III TPI Putussibau.

Budi jelaskan, dengan PASPORIA, masyarakat cukup datang ke lokasi kegiatan untuk melakukan pendaftaran, wawancara, dan pengambilan data biometrik tanpa harus antre di kantor imigrasi.

“Pemilihan PLBN Badau sebagai lokasi PASPORIA memiliki makna strategis. Badau adalah salah satu kawasan perbatasan darat langsung dengan negara tetangga Malaysia dan menjadi pintu utama mobilitas warga, “ujar Budi.

Tak hanya itu, lanjut Budi Badau merupakan kawasan perbatasan yang menjadi salah satu pintu interaksi masyarakat Indonesia dengan negara tetangga.

“Oleh karena itu, kemudahan akses terhadap layanan keimigrasian menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas yang tertib dan sesuai dengan ketentuan,” jelas Budi.

Ia berharap melalui kolaborasi dengan BI Kalbar ini, pelayanan publik tidak hanya sekadar hadir, tetapi benar-benar mendekat ke masyarakat.

“Ini juga membawa pesan kuat bahwa negara hadir hingga wilayah terdepan untuk memberikan pelayanan yang responsif, “tutur Budi.

Dirinya menegaskan bahwa semangat PASPORIA adalah jemput bola PASPORIA menunjukkan bahwa pelayanan keimigrasian harus mampu menjangkau hingga ke batas negeri.

Bukan hanya menunggu masyarakat datang ke kantor, tetapi juga berupaya hadir di ruang-ruang yang menjadi bagian dari aktivitas warga.

“Dengan adanya layanan ini diharapkan masyarakat perbatasan dapat memiliki dokumen perjalanan resmi sehingga setiap aktivitas lintas batas bisa berjalan tertib, aman, dan sesuai aturan keimigrasian, “tutup Budi mengakhiri.

Untuk diketahui kegiatan “Lentera Batas Negeri” di Pasar Wisata PLBN Badau tidak hanya fokus pada layanan paspor. BI Kalbar juga menghadirkan paket layanan publik lain untuk masyarakat perbatasan, yaitu:

1. Gerakan Pangan Murah (GPM) – Menjaga stabilitas harga dan keterjangkauan pangan

2. Layanan Penukaran Uang Rupiah – Memastikan ketersediaan uang layak edar

3. Edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah dan Ekosistem Digital – Meningkatkan literasi keuangan digital

4. Pemeriksaan Kesehatan Gratis – Untuk menjaga kesehatan masyarakat

Pelaksanaan berbagai layanan di kawasan Pasar Wisata PLBN Badau ini sekaligus memperkuat pesan penting wilayah perbatasan adalah beranda depan negara dan menjadi aspek penting dalam pembangunan serta pelayanan publik. (*)