Reporter : Asni
OKI, Mattanews.co – Kebakaran hutan yang banyak meresahkan membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan bersama Manggala Agni Daops III OKI terus bekerja keras dan mengoptimalkan Satgas Darat, terutama di salah satu kawasan yang terdampak kebakaran hutan.
Hal ini disampaikan langsung oleh kepala Pelaksana BPBD Kabupaten OKI, Listiadi Martin SSos MM,saat apel pelepasan tim satgas di halaman BPBD OKI, Kamis (05/09/2019).
Dalam kesempatan tersebut Listiadi mengatakan Satgas yang dilepas ke lokasi Desa Sungai Bungin Kecamatan Pangkalan Lampam OKI, agar solid serta patuhi petunjuk dan arahan pimpinan.
“Kita berharap kepada tim Satgas untuk tetap menjaga kesehatan dan utamakan keselamatan. Semua tim satgas harus dapat bekerjasama dengan berbagai pihak serta selalu solid, dan patuhi petunjuk pimpinan,” jelasnya.
Dikatakannya, tim Satgas tersebut merupakan tim gabungan dari unsur TNI, Polri dan relawan setempat. Dan tujuan dilepasnya tim satgas ke lokasi untuk memperkuat tim darat dalam operasi penanggulangan kebakaran hutan, dan mendirikan tenda posko yang mendekati titik api.
“Tim Satgas standby dilokasi sampai padamnya api, bekerjasama dengan semua pihak dan masyarakat setempat guna mendapatkan dukungan serta partisipasi aktif dalam optimalisasi upaya penanggulangan,” ujarnya.
Listiadi juga menambahkan bahwa Satgas ini bersinergitas dengan tim satgas Karhutbunla Kabupaten OKI, dibawah komado Dandim 0402 OKI/OI.
Tim satgas yang dilepas dikomandoi oleh Kasie SDM kepegawaian dan logistik, Benny Oktabrika dari Manggala Agni dan Kasie Kedaruratan dan logistik BPBD OKI, Fahrul Husni SSos MSi.
Listiadi menegaskan, tim satgas dilengkapi peralatan pemadam disertai empat unit mobil patroli dan resque serta logistik lainnya. Lalu untuk konsep kerja yang diterapkan kepada satgas adalah mencari sumber air terdekat.
Kepala Manggala Agni Daops III Kabupaten OKI, Candra Irfansyah SHut, menambahkan, bahwa tim satgas fokus di lokasi Sungai Bungin karena beberapa waktu yang lalu terbakar. ”Acuan tim satgas gabungan ini adalah firespot atau titik api yang berpotensi menimbulkan kabut asap,” pungkasnya.
Editor : Anang














