BERITA TERKINI

Pembangunan Dermaga Ikan di Pantai Sine Tulungagung Mulai Dikaji

×

Pembangunan Dermaga Ikan di Pantai Sine Tulungagung Mulai Dikaji

Sebarkan artikel ini
Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono didampingi Dirjen Perikanan Tangkap KKP Muhammad Zaini (kanan), Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Ermarini (berbaju hijau), Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo usai kunjungan kerja di Pantai Sine Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung, Selasa (19/10) Foto: Ferry Kaligis/mattanews.co

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia mengkaji pembangunan infrastruktur berupa dermaga perikanan di kampung nelayan Pantai Sine Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Pembangunan dermaga perikanan di Pantai Sine sebagai upaya mendukung kebijakan penangkapan terukur serta dapat mendorong produktivitas para nelayan, nantinya pembangunannya di mulai awal tahun 2022.

“Jadi begini, setelah melihat pengelolaan perikanan di kampung nelayan pantai Sine, pentingnya dibuatkan dermaga perikanan bagi para nelayan tradisional setempat,” kata Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono usai kunjungan kerja didampingi Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Muhammad Zaini dan Bupati Tulungagung Drs.Maryoto Birowo di Pantai Sine, Selasa (19/10/2021).

“Sudah, meminta ke Pak Dirjen Perikanan Tangkap, untuk dibuatkan dermaga perikanan beserta infrastruktur pendukung diantaranya seperti adanya cold strorage (Penyimpanan dingin.red), pabrik es, tempat isi bahan bakar,” imbuhnya.

Kampung nelayan Pantai Sine, Menteri Trenggono menjelaskan selama ini belum tersedia dermaga perikanan, sehingga nelayan mengalami kesulitan mendaratkan kapal-kapalnya.

“Iya benar, kita melihat para nelayan kesulitan membawa hasil tangkapan ikan, belum ada dermaganya serta fasilitas pendukung lainnya, sebagai wujud Pemerintah hadir di tengah para nelayan tersebut maka kita akan bangun dermaga disini,” terang Menteri Trenggono.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Trenggono mengungkapkan rencana implementasi kebijakan penangkapan secara terukur di zona Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) yang didalamnya termasuk wilayah pantai pesisir selatan Pulau Jawa.

Adapun sebagai tujuannya dapat mendistribusikan pertumbuhan ekonomi di wilayah guna meningkatkan penerimaan Negara bukan pajak, dapat menyerap para tenaga kerja sektor perikanan lebih banyak lagi, dan pastinya menekan terjadinya praktik kegiatan yang melanggar hukum dalam perundang-undangan yang berlaku serta kegiatan perikanan tidak dilaporkan.

Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono didampingi Dirjen Perikanan Tangkap KKP Muhammad Zaini saat mencicipi produk hasil UMKM Tulungagung di dalam kunjungan kerja di Pantai Sine, Selasa (19/10) Foto: Ferry Kaligis/mattanews.co

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Anggia Ermarini menyampaikan hal serupa dikampung nelayan tradisional Pantai Sine pembangunan dermaga perikanan sangat dibutuhkan.

Dengan pembangunan dermaga masyarakat Tulungagung khususnya nelayan Pantai Sine menyambut dengan senang sekali.

“Kebutuhan sangat mendesak dibangun dermaga ikan disini, karena selama ini para nelayan dengan kapalnya tidak bisa merapat, kapal mereka harus mendarat di Popoh atau harus dipindahkan dulu ke kapal kecil,” ujarnya.

“Iya benar, masih panjang perjalanannya, dengan begitu pembangunan dermaga sangat dibutuhkan agar nelayan cepat menjual hasil tangkapan ikannya,” imbuhnya.

Ia menambahkan selain pembangunan dermaga perikanan sekaligus fasilitas pendukung lainnya harus dilengkapi.

“Selain dibangun dermaga ikan, nanti dilengkapi ada cold storage, pabrik es dan tempat isi bahan bakar,” tambahnya.

Pantauan mattanews.co dalam kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono didampingi Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Muhammad Zaini dan Bupati Tulungagung Drs.Maryoto Birowo bersama jajaran Forkopimda, Sekda Tulungagung dan Kepala OPD terkait turut menyaksikan penyerahan bantuan 1.000 paket perbekalan melaut kepada perwakilan nelayan dan penyerahan bantuan paket Unit Pengolahan Ikan bernilai tambah zero waste senilai Rp 2,6 miliar untuk mendukung pertumbuhan UMKM di Kabupaten Tulungagung.