BERITA TERKINI

Pemkab Banyuasin Perketat Akses Keluar Masuk Kabupaten

×

Pemkab Banyuasin Perketat Akses Keluar Masuk Kabupaten

Sebarkan artikel ini

Reporter : Nasir

BANYUASIN, Mattanews.co
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin Sumatera Selatan (Sumsel), memperketat akses masuk dan keluar Kabupaten Banyuasin.

Salah satunya dengan menyiapkan enam posko Check Point, yang dilengkapi ruang observasi dan juga tempat isolasi khusus bagi pendatang.

Hal ini menyusul adanya larangan mudik dari pemerintah pusat dan sekaligus upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19, yang membahayakan masyarakat Kabupaten Banyuasin.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin Rini Pratiwi mengatakan, sesuai dengan arahan Bupati Banyuasin Askolani dan Wabup Slamet, Pemkab Banyuasin bersama Polres Banyuasin sudah membentuk posko Check Point, pada penyelenggaraan pelayanan kesehatan.

Serta dalam mendukung Operasi Ketupat Musi, di Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumsel Tahun 2020.

“Posko ini tersebar di tempat-tempat keramaian. Seperti terminal, pelabuhan dan perbatasan tol,” ucapnya, Kamis (30/4/2020).

Di setiap posko, telah disediakan ruang observasi dan juga tempat isolasi khusus bagi pendatang.

Protokol kesehatan penanganan COVID-19 dijalankan, demi memutus rantai penyebaran virus Corona di Kabupaten Banyuasin.

Enam posko tersebut yaitu Posko Sungai Pinang di Desa Sungai Pinang Kecamatan Rambutan, Posko Jakabaring bertempat di Persimpangan Pintu Tol Palembang Kayuagung dan Posko Pelabuhan Tanjung Api-Api tempat di Tanjung Api-api.

“Ada Posko Talang Keramat tempat di Persimpangan Talang Keramat Kecamatan Talang Kelapa, Posko Betung tempat di Rimba Asam Betung / Polsek Betung dan Posko Sukajadi tempat di Perbatasan Palembang – Banyuasin KM. 12,” ucapnya.

Fasilitasi posko, lanjut Doktor lulusan Unsri ini, terdiri dari Alat Kesehatan, APD, Obat-obatan dan Ambulans.

Dengan rumah sakit rujukan, meliputi RS Hermina Opi Jakabaring, RS Siti Khodijah Palembang dan RSUD Banyuasin.

Pemeriksaan kesehatan diadakan di posko mudik ini, untuk masyarakat yang kemungkinan masih pulang kampung sehingga bisa diketahui kondisi kesehatan mereka.

Petugas/Tim Kesehatan posko juga akan mengecek suhu tubuh dan penyemprotan antiseptik.

“Mudik tahun ini sangat berbeda sekali, karena situasinya berbeda. Ada perlakuan kemanusiaan dan ini upaya kami untuk menjaga jangan sampai ada virus Corona Covid-19 dari luar dibawa masuk ke Kabupaten Banyuasin. Dan selama 14 hari akan kami sarankan untuk isolasi dahulu, bagi para pendatang,” jelasnya.

Seperti di ketahui, posko Check Point kesehatan ini berdiri bersama dengan Pospam pengamanan lebaran yang berisikan petugas Polres Banyuasin, Kodim 0403 Banyuasin, Satpol PP Kabupaten Banyuasin, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuasin.

Bupati Banyuasin Askolani membenarkan, dibentuknyo posko check point kesehatan ini bagian dari upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona.

“Sampai hari ini di Banyuasin sudah ada 6 kasus positif covid 19, nah kita tidak mau terus bertambah. Maka upaya pencegahannya harus terus dilakukan secara masif, salah satunya dengan dibentuknya 6 posko check point kesehatan bagi pendatang yang kemungkinan masih ada untuk berlebaran di Banyuasin,” ujarnya.

Orang nomor satu di Banyuasin ini juga meminta para camat, kades dan lurah untuk terus mempekatat posko-posko covid di setiap pintu masuk daerah masing-masing.

“Siapapun yang masuk ke desa atau kelurahan, harus melewati posko tersebut dan dilakukan pemeriksaan sesuai protokol kesehatan seperti cek suhu tubuh dan lainnya, Ini bertujuan untuk melindungi warga desa jangan sampai terjangkit virus mematikan ini,” ucapnya.

Dia juga menghimbau masyarakat Banyuasin yang ada di perantauan, seperti pulau jawa atau provinsi lainnya di Pulau Sumatera untuk tidak mudik lebaran dulu tahun ini.

Begitu juga dengan masyarakat yang ada di Banyuasin untuk tidak keluar Banyuasin pada lebaran tahun ini.

“Yang di perantauan jangan pulang, yang ada di Banyuasin jangan keluar dulu. Silaturahminya pakai video call saja dulu. Himbauan jangan mudik ini kiranya dipatuhi demi kesehatan dan keselamatan bersama. Tolong sayangi keluarga kita, dengan tidak mudik berarti kita peduli dengan orang-orang yang kita cintai,” ungkapnya.

Editor : Nefri