Reporter: Muhamadi Siddik
SERGAI, Mattanews.co – Kabupaten Sergai, mayoritas wilayahnya terdiri dari kawasan pedesaan. Peranan desa sebagai benteng terakhir menghadapi kompetisi masyarakat ekonomi Asean melalui program PMD dengan fokus utama adalah fasilitasi pengembangan BUMDes bersama.
Hal itu dikatakan Bupati Sergai, Soekirman saat menyerahkan dana PAD kegiatan BUMDes bersama dan penyerahan dana Rumah Tangga Miskin (RTM) kegiatan Eks-PNPM-MP Kecamatan se- Sergai, di Wisma Prakasa Pabatu, Desa Kedai Damar, Kecamatan Tebing Tinggi, kemarin.
“Sedangkan penyertaan modal dana, maupun penyertaan aset yang telah digelontorkan pemerintahan desa di Kabupaten Sergai untuk pengembangan BUMDes bersama mencapai RP6.500.016.999, dengan 10 BUMDes dan PAD dari BUMDes bersama sebesar Rp394.581.653 hingga akhir 2019,” jelasnya.
PNPM Mandiri Pedesaan telah berakhir sejak 31 Desember 2014 lalu. Akan tetapi program pengentasan kemiskinan masyarakat di pedesaan dilakukan melalui pelestarian dan pengembangan kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) Eks-PNPM dengan total dana perguliran pada akhir 2019 mencapai Rp18.500.115.435.
Alokasi surplus dana perguliran untuk kegiatan sosial sebesar Rp111.867.811 yang disalurkan pada 1.021 RTM dan siswa berprestasi.
“Pertemuan hari ini merupakan pertemuan profesional dan pertemuan yang menambah motivasi serta menginspirasi bagi seluruh yang hadir. Pemkab Sergai mengapresiasi BKAD dan BUMDes bersama yang telah berhasil menumbuhkembangkan modal eks PNPM di Tanah Bertuah Negeri Beradat yang saat ini telah tumbuh dan berkembang dengan baik,” pungkasnya.
Sementara, Wabup Sergai H Darma Wijaya mengatakan sebuah desa yang sudah memiliki modal jika dimanfaatkan dengan baik serta didukung dengan SDM yang memadai, sudah dapat dipastikan desa tersebut akan mengalami kemajuan diberbagai bidang yang sangat pesat.
“Dengan adanya perubahan zaman kita juga harus pandai melihat potensi usaha yang prospeknya baik untuk saat ini dan dimasa yang akan datang.Manfaatkan seluruh potensi yang kita miliki, dan janganlah menjadi pengusaha yang hanya ikut-ikutan saja, karena itu tidak menjamin keberhasilan dari usaha tersebut,” ujarnya.
Ketua Panitia Lukman Nur Hakim melaporkan, kegiatan penyerahan dana RTM dan Dana PADes dengan pola secara bersama se-Sergai merupakan hal yang pertama kali dilakukan, sebelumnya penyerahan PADes dan RTM hanya dilakukan di masing-masing kecamatan.
“Kegiatan ini bertujuan agar Pemkab Sergai dapat secara rutin melakukan pemantauan perkembangan dari kondisi keuangan pemerintah yang telah disalurkan kepada masyarakat baik melalui BKAD, (dana eks PNPM) maupun Direktur BUMDes Bersama untuk selanjutnya dapat melakukan koreksi dan langkah-langkah yang diperlukan, serta menjadikan motivasi bagi kades sehingga dapat berpartisipasi dalam menyertakan modalnya melalui dana desa yang dapat dinikmati oleh masyarakat,” ungkapnya.
Editor: APP














