MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, Jawa Timur mulai mengintensifkan pengerukan gorong-gorong di sejumlah ruas jalan utama sebagai langkah antisipasi banjir dan genangan yang kerap terjadi saat musim penghujan. Program ini menjadi bagian dari upaya pemulihan fungsi sistem drainase agar aliran air kembali lancar dan risiko banjir di kawasan perkotaan dapat ditekan.
Kepala UPT IPLT Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Tulungagung, Retnowati, mengatakan pekerjaan difokuskan pada titik-titik yang selama ini menjadi prioritas berdasarkan hasil pemantauan di lapangan.
“Untuk tahun ini lokasi pengerukan dimulai dari Jalan Ahmad Yani Timur hingga Ahmad Yani Barat, kemudian dilanjutkan di Jalan RA Kartini,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).
Menurut Retnowati, keterbatasan anggaran dan luasnya jaringan drainase membuat pengerukan tidak dapat dilakukan secara bersamaan di seluruh wilayah. Karena itu, penentuan lokasi dilakukan berdasarkan tingkat kerawanan genangan dan kondisi saluran.
“Pembersihan gorong-gorong dilakukan secara bertahap sesuai tingkat prioritas dan hasil pemantauan di lapangan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari subprogram optimalisasi dan pemeliharaan sistem drainase lingkungan yang bertujuan mengembalikan sekaligus meningkatkan kapasitas saluran.
“Peningkatan kapasitas fungsi saluran drainase dilakukan melalui pembersihan, pengerukan sedimentasi, serta perbaikan saluran. Dengan demikian aliran air menjadi lebih lancar, risiko banjir dan genangan berkurang, kualitas lingkungan meningkat, serta mendukung keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan pembangunan kawasan perkotaan,” paparnya.
Pemkab Tulungagung menargetkan pekerjaan tersebut berlangsung selama 90 hari atau sekitar tiga bulan. “Pengerjaan selama 90 hari,” kata Retnowati.
Selama ini, sejumlah ruas jalan di Kota Tulungagung memang menjadi langganan genangan saat hujan deras akibat kapasitas drainase yang menurun karena sedimentasi dan penyumbatan. Kondisi tersebut membuat air hujan tidak dapat mengalir secara optimal sehingga meluap ke badan jalan.
Beberapa titik yang selama ini kerap terdampak genangan antara lain Jalan Ahmad Yani Timur di depan Mapolres Tulungagung, Jalan RA Kartini, Jalan Letjen Suprapto, serta Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo di depan kantor UPT P2DP Jawa Timur.
Dengan pengerukan yang dilakukan secara bertahap, Pemkab Tulungagung berharap kapasitas saluran drainase kembali optimal sehingga mampu mengurangi genangan, memperlancar arus lalu lintas saat hujan, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat di kawasan perkotaan. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur dasar untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi.














