Reporter : Desta Nur Khoiriyah

PALEMBANG, Mattanews.co- Kurniawan Kantinoko Kabid Politik Badan Kesbangpol Provinsi Sumatera Selatan mengungkapkan pentingnya pendidikan politik bagi perempuan, Politik bukan hanya domain dari pemerintah namun seluruh komponen masyarakat harus memiliki komitmen dan tanggung jawab terhadap pendidikan politik yang dilakukan salah satunya oleh Partai Politik (Parpol).

Bagi Parpol yang memiliki perwakilan di DPRD mereka memperoleh bantuan keuangan politik dari pemerintah, tujuan yakni didominasi untuk pendidikan politik.

“Partai politik punya komitmen dan tanggung jawab untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat bukan hanya kepada kadernya saja (kader internal ),” tegasnya saat diwawancara di Grand Atyasa, Rabu (20/02).

Karena realita, angka partisipasi pemilih pada pemilu 2014 dan pilgub 2018 terjadi penurunan. Pada Pilpres 2014 persentase partisipasi pemilih 76,49 persen, sedangkan partisipasi pemilih pada Pilgub 2018 turun menjadi 70 ,9 persen.

Selain itu, keterwakilan perempuan di legislatif belum memenuhi angka 30% , dari 75 anggota legislatif hanya 15 orang dari perempuan. Angka partisiasi pemilih pada Pilgub 2018 itu baik, tapi belum memenuhi target pusat 77,5 persen,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, kaum perempuan dipilih, karena secara rill jumlah pemilih perempuan dominan. Kendati demikian, perempuan bukan semata -mata obyek politik.

Kurniawan menambahkan, Kita berharap dengan pendidikan politik, wanita tau hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Kita juga sepakat menolak hoak, sara, money politik,” ucapnya.

Pentingnya pendidikan politik yakni, agar kaum perempuan mengetahui haknya, mengetahui kewajibannya, dan tanggung jawab sebagai warga negara.

“Supaya pemikiran kaum perempuan terbuka dan tidak tabu untuk berbicara politik, setara dalam status hukum dan Politik dengan kaum laki-laki tetapi tidak boleh lepas dari hak kodratinya sebagai perempuan,” tutupnya.

Editor:Bang YF

 

 21 Total Pembaca

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :