MATTANEWS.CO, SIDOARJO– Peran seorang ibu tidak hanya sebatas mengasuh dan membesarkan anak. Lebih dari itu, ibu menjadi sosok pertama yang mengenalkan nilai-nilai kehidupan, menanamkan keimanan, serta membentuk karakter anak sejak dini. Karena itu, akhlak mulia seorang ibu menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun keluarga yang tangguh dan harmonis.
Pesan tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Ainun Amalia, dalam Pengajian Malam Ahad Pahing di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo.
Mengangkat tema *“Perempuan Berakhlak, Keluarga Tangguh”*, pengajian bersama KH. Ali Masycan Moesa itu diikuti ribuan jamaah dari Tim Penggerak PKK (TP PKK) tingkat kecamatan, desa dan kelurahan, serta jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Hadir pula Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo dr. Sriatun Subandi bersama sejumlah kepala perangkat daerah terkait.
Dalam sambutannya, Ainun menegaskan bahwa perempuan yang memiliki akhlak baik dapat menjadi sumber kekuatan bagi keluarganya. Kasih sayang, keteladanan, dan nilai keimanan yang ditanamkan seorang ibu akan menjadi bekal penting bagi anak-anak dalam menjalani kehidupan.
“Perempuan yang berakhlak adalah cahaya bagi keluarganya, ibu yang penuh kasih adalah kekuatan bagi anak-anaknya. Keluarga yang dilandasi iman serta akhlak mulia akan menjadi keluarga yang kuat, harmonis, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” tuturnya.
Menurut Ainun, ibu memiliki posisi strategis dalam pendidikan keluarga karena menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya. Berbagai nilai kehidupan, mulai dari kejujuran, kesopanan, kedisiplinan, tanggung jawab hingga keimanan, pertama kali dikenalkan dari lingkungan rumah.
“Dalam keluarga, seorang ibu memiliki peran yang sangat strategis. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari seorang ibu, anak belajar mengenal kasih sayang, kejujuran, kesopanan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta nilai-nilai keimanan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa akhlak mulia tidak cukup hanya ditunjukkan melalui tutur kata yang santun. Nilai tersebut harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari, seperti kesabaran, keikhlasan, kepedulian, kemampuan menjaga kehormatan diri, serta keteladanan dalam menghadapi berbagai persoalan.
Terlebih, tantangan kehidupan keluarga saat ini semakin beragam. Perkembangan teknologi, perubahan sosial, persoalan ekonomi hingga pola pergaulan anak membutuhkan perhatian dan pendampingan yang baik dari orang tua.
Dalam kondisi tersebut, seorang ibu dituntut mampu memberikan contoh positif kepada anak-anaknya. Sebab, pendidikan karakter tidak hanya diperoleh dari nasihat, tetapi juga terbentuk dari apa yang dilihat dan dirasakan anak setiap hari.
Cara orang tua berbicara, bersikap, menyelesaikan persoalan, hingga memperlakukan orang lain akan menjadi bagian dari proses pembelajaran anak di lingkungan keluarga.
Pengajian Malam Ahad Pahing tersebut menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus mengingatkan kembali pentingnya peran perempuan dalam membangun keluarga dan kehidupan masyarakat.
Dari keluarga yang berlandaskan iman dan akhlak mulia itulah, generasi masa depan yang berkarakter, mandiri, serta mampu menghadapi tantangan zaman diharapkan semakin tumbuh dalam kehidupan keluarga.
Keluarga yang kuat tidak hanya dibangun dari kecukupan materi, tetapi juga dari kasih sayang, kesabaran, tanggung jawab, dan keteladanan.














