ADVETORIALBERITA TERKINIHEADLINENUSANTARAPEMERINTAHAN

Penguatan Gerakan Indonesia Asri, Kepala Daerah di Malang Dapat Amanat Dari Menteri Lingkungan Hidup

×

Penguatan Gerakan Indonesia Asri, Kepala Daerah di Malang Dapat Amanat Dari Menteri Lingkungan Hidup

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, MALANG – Guna mendukung kegiatan Korve sebagai bagian penguatan Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik Indah) Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq menginstruksikan kepala daerah, baik Wali Kota dan Bupati Malang, untuk segera menyelesaikan problematika tentang sampah yang ditargetkan rampung pada tahun 2029.

Hal itu disampaikan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol saat mengikuti Korve dengan terjun langsung kerja bakti membersihkan sampah di Jalan Ijen Kota Makang, Minggu (29/3/2026).

Hanif menegaskan, kegiatan tersebut merupakan agenda yang diinstruksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, sekaligus mempercepat pembangunan waste to energi.

“Jadi Malang Raya ini termasuk salah satu yang mendapat arahan untuk dibangun waste to energy yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu, karena ketiga daerah ini memiliki timbunan sampah 1 ton per hari,” ujar Hanif.

Lebih lanjut, Menteri LH menyebut, Kota Malang cakupan sampahnya sudah mencapai 99 persen, sedangkan tingkat capaian penilaian Kota Malang dengan nilai 73,5 dengan 2 poin lagi mencapai Kota Adipura.

“Ini yang kemudian menjadi salah satu predikat yang akan kita hadirkan untuk masyarakat. Ini bukan soal predikat tetapi ini masalah kewajiban kita untuk menghadirkan lingkungan yang baik kepada masyarakat sebagaimana diperintahkan pada pasal 28 huruf H ayat (1) UUD 45,” tegas Hanif.

“Jadi kita wajib serius kepada Bupati maupun Wali Kota karena Pak Presiden telah memerintahkan untuk menyelesaikan sampahnya paling lambat tahun 2029 dengan segala metodenya,” jelasnya.

Menurutnya, dalam penangan sampah tersebut yang paling fundamental yang harus dilakukan adalah melakukan pilah sampah, tanpa dilakukan pilah sampah maka biaya penyelesaian di hilir sangat cukup berat.

“Untuk itu mari kita mulai melalui korve-korve ini kemudian mengembangkan lebih lanjut ke masyarakat untuk memahami pentingnya memilah sampah kita bisa reduksi dengan baik,” tuturnya.

Terkait skema Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang bakal diterapkan, Menteri Hanif mengaku bahwa akan disuport penuh oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

“Ada anggaran subsidi untuk penangan sampah, karena ini sifatnya subsidi maka penanganannya akan dihandle oleh Danantara yang bersifat jangka panjang paling tidak 20 sampai 30 tahun,” katanya.

Sedangkan rencana pembangunan Waste to Energi berada di Pakis Kabupaten Malang.

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa setiap hari Rabu dan Jum’at mengintruksikan untuk mengadakan kerja bakti bersama, bahkan di dunia pendidikan pun setiap sebelum masuk ke sekolah melaksanakan kerja bakti di lingkungan masing-masing.

Wahyu mengakui terkait beberapa hal persoalan sampah di Kota Malang disebabkan rendahnya kesadaran masyarakat.

“Masih banyak masyarakat membuang sampah tidak pada tempatnya. Ini memicu banjir di beberapa titik Kota Malang,” ujarnya.

Wahyu berharap dengan hadirnya Menteri Lingkungan Hidup dapat menjadi pemicu perubahan perilaku masyarakat agar lebih disiplin dalam membuang sampah.

Hal senada juga disampaikan oleh Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang usai memimpin apel siaga Gerakan Indonesia Asri menegaskan komitmennya dalam mendukung mewujudkan lingkungan hidup.

Pada Korve tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan aksi nyata di bidang lingkungan hidup.

“Gerakan Indonesia Asri ini melibatkan kolaborasi masif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI/Polri, serta masyarakat dengan aksi nyata kerja bakti memungut sampah guna mengatasi penumpukan sampah di kawasan Jalan Ijen, tepatnya di area bebas kendaraan bermotor,” jelasnya.

Selain itu, Korve juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, sekaligus mengatasi permasalahan sampah melalui pemilahan sejak dari sumbernya, yaitu rumah tangga.

Nantinya penanganan sampah dari Kota Malang dan Kota Batu direncanakan akan terintegrasi di Kabupaten Malang, tepatnya di kawasan Exit Tol Pakis,” tandasnya. (ADV)