Peniadaan Mudik Lebaran Idulfitri 1442 H, Menag: Pemerintah Ingin Lindungi Warga

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, JAKARTA– Pemerintah tetap pada keputusan untuk meniadakan mudik Idulfitri tahun 2021. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan bahwa pemerintah memiliki dasar dalam mengambil keputusan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Jadi sampai sekarang, sampai keputusan tadi rapat bersama Bapak Presiden dan para menteri, Panglima TNI, dan Kapolri, larangan dilarang? Karena kita memiliki dasar,” ujar Menteri Agama saat memberikan keterangan pers bersama Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kantor Presiden, Jakarta, Senin 19 April 2021.

Menag menjelaskan bahwa hukum mudik adalah sunah. Sementara menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan hukumnya wajib. Oleh karena itu, ia memandang bahwa perkara wajib jangan sampai digugurkan oleh perkara sunah.

“Jadi larangan mudik ini lebih tepat karena kita semua, pemerintah, terutama ini, ingin melindungi diri kita dan seluruh warga negara ini agar terjaga dari penularan Covid-19,”

Sementara itu, terkait ibadah-ibadah sunah di bulan Ramadan seperti salat tarawih dan iktikaf, tetap gigih dengan persetujuan 50 persen dari kapasitas masjid atau musala. Menurut Menag, hal tersebut hanya berlaku di daerah dengan zona hijau dan zona kuning.

“Untuk merah dan oranye tetap tidak ada pelonggaran. Kita tidak memberikan kelonggaran untuk zona merah dan oranye. Artinya, sekali lagi bahwa dalil mendahulukan keselamatan itu adalah wajib harus lebih diutamakan mengejar kesunahan yang lain,” jelasnya.

Adapun yang terkait dengan kegiatan malam takbir Idulfitri nanti, Menag menjelaskan bahwa takbir keliling tidak diperbolehkan untuk dilakukan. Hal tersebut karena takbir keliling kejadian kerumunan yang membuka peluang penularan virus.

“Takbir keliling kita tidak perkenankan, silakan takbir dilakukan di dalam masjid atau musala peringatan sekali lagi peringatan kesehatan kita semua dari penularan Covid-19. Itu pun tetap dengan persentase 50 persen dari kapasitas masjid atau musala,” tegasnya.

“Saya kira dengan kita bersabar ini Allah akan memberikan jalan atau hasil yang terbaik untuk kita semua dan bangsa negara. Insyaallah ikhtiar bersama pemerintah dan masyarakat bersama-sama kita melakukan aksi kolaboratif untuk teman pandemi Covid-19 ini saya kira pandemi Covid-19 akan segera Insyaallah kita juga tidak akan Kehilangan pahala apa pun, tidak akan Kehilangan pahala sedikit pun jika tetap mendahulukan yang wajib didahulukan yang sunah, “tandasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait