BERITA TERKINI

Perawat Garda Terdepan Melawan Covid-19, Ketua DPD PPNI Tulungagung: Perjuangan All Out

×

Perawat Garda Terdepan Melawan Covid-19, Ketua DPD PPNI Tulungagung: Perjuangan All Out

Sebarkan artikel ini
Salah satu perawat di Puskesmas Kota Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur saat mengecek kesehatan pasien, Kamis (28/10) Foto: Ferry Kaligis/mattanews.co

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Pada masa pandemi Covid-19, tenaga keperawatan merupakan garda terdepan memegang peranan penting dalam meningkatkan derajat kesehatan dan sebagai tulang punggung pada sebuah fasilitas kesehatan.

Sebagai garda terdepan, tidak sedikit yang mengalami kelelahan baik secara fisik maupun secara mental.

Melalui keterangannya, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur Sukanto, S.Pd, S.Kep.Ners, M.Kes, mengatakan dengan sangat tingginya beban kerja tersebut dalam menangani kasus Covid-19, serta penggunaan alat pelindung diri (APD) sangat berpengaruh terhadap menurunnya imunitas tubuh, dengan begitu sangat rentan tertular virus semakin meningkat.

“Jadi begini, sebagai garda terdepan dalam menangani kasus Covid-19, perawat telah mengorbankan keselamatan dan menghadapi ancaman tertular virus yang dapat berakhir pada kematian,” kata Sukanto, Kamis (28/10/2021).

Ia menjelaskan, dengan tingkat risiko begitu tinggi tersebut dalam menangani kasus Covid-19, DPD PPNI Tulungagung memperjuangkan kesejahteraan mereka.

Hal itu, sudah kami lakukan sebagai upaya mendapatkan perhatian dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

“Buktinya, sebelas orang anggota PPNI Tulungagung yang gugur dalam menangani kasus Covid-19 mendapat perhatian dari Kemenkes. Salah satunya mendapatkan dana kematian yang langsung diterima ahli waris,” terang Pria yang juga seorang Politikus Partai Golkar itu.

“Kesebelas perawat yang gugur, dua orang sudah menerima bantuan dari Kemenkes berupa uang tunai 300 juta rupiah yang langsung masuk ke rekening keluarga, sedangkan sembilan perawat lainnya masih tahap proses,” imbuhnya.

Selain mendapatkan bantuan dari Kemenkes, lebih lanjut Sukanto memaparkan kesebelas perawat yang gugur tersebut juga menerima bantuan dari DPP PPNI sebesar 5 juta rupiah.

Sedangkan dari Provinsi Jawa Timur mengelontorkan 1 juta rupiah kepada masing-masing perawat tersebut, dan untuk bantuan dari Kabupaten, bagi teman-teman perawat yang terkonfirmasi positif mendapatkan bantuan tunai 1 juta rupiah.

“Iya benar, suara kami di daerah di dengar oleh mereka, hal tersebut merupakan perjuangan kami (DPD PPNI) dalam memperjuangkan kesejahteraan para tenaga keperawatan,” paparnya.

“Pada intinya, kami dalam memperjuangkan kesejahteraan perawat di Tulungagung tidak setengah namun all out (Segalanya.red),” tandas Pria yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Tulungagung itu.