Ketua DPD PPNI Tulungagung: Kesejahteraan Perawat Harus Ditingkatkan

Ketua DPD PPNI Kabupaten Tulungagung Sukanto, S.Pd., S.Kep.Ners.,M.Kes.,Rabu (27/10) Foto:Ferry Kaligis/mattanews.co

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mengatakan perawat berkualitas dapat membantu kinerja Pemerintah dalam pelayanan kesehatan.

Perawat merupakan profesi yang jumlah dan kebutuhannya paling banyak diantara tenaga kesehatan lainnya.

“Jadi begini, dengan perawat lebih berkualitas bisa bekerja dengan membantu Pemerintah,” kata Ketua DPD PPNI Kabupaten Tulungagung Sukanto, S.Pd.,S.Kep.Ners.,M.Kes., Rabu (27/10/2021).

“Maka dari itu, kesejahteraan profesi perawat harus mendapat perhatian khusus Pemerintah,” imbuhnya.

Ia menambahkan, seorang perawat bukan sekedar bertugas untuk membantu kesehatan pasien saja, tapi juga memberikan pendidikan kepada pasien maupun keluarga dan lingkungannya.

Peran perawat ini diharapkan mampu mengubah gaya hidup pasien atau keluarganya menjadi lebih sehat, agar gangguan kesehatan tidak sering terjadi di masa depan.

“Iya benar, sebagai seorang perawat dengan tugas pokok dan fungsi seperti, maka kita perjuangkan kepentingan Perawat agar diakomodir oleh PPNI Pusat dalam hal kesejahteraan,” tambah Pria yang juga sebagai Ketua Fraksi Golkar DPRD Tulungagung itu.

Dalam memperjuangkan kesejahteraan perawat, Sukanto menjelaskan keresahan mereka kita perjuangkan pada saat digelarnya Musyawarah Nasional (Munas) X PPNI di Bali pada tanggal 20-23 Oktober 2021.

Bacaan Lainnya

Agenda Munas tersebut, yang kita sampaikan kepada PPNI Pusat agar teman-teman dalam wadah profesi perawat mendapat perhatian khusus dari Pemerintah.

“Salah satu kita perjuangkan untuk teman perawat Pegawai Tidak Tetap (PTT) karena masih dikontrak sudah sekian tahun lamanya dalam mengabdi dengan tulus, menjadi perhatian bagi Pemerintah baik Pusat, Provinsi maupun Kabupaten,” terangnya.

“Kesejahteraan harus ditingkatkan, mungkin saja dijadikan PPPK maupun ASN,” sambungnya.

Selain itu, memperjuangkan para perawat banyak lulusan tapi belum bekerja ataupun sudah bekerja tapi sebagai sukarelawan murni tanpa mendapat gaji dari Pemerintah

“Semoga mendapat perhatian dari Pemkab Tulungagung,” ujarnya.

Lebih lanjut Sukanto memaparkan, anggota PPNI di Kabupaten Tulungagung yang sudah registrasi ada 1500 perawat.

Perawat tersebut telah bekerja dibeberapa tempat fasilitas kesehatan tersebar di Tulungagung.

“Mereka ada berstatus ASN, PTT, tenaga kontrak bahkan masih ada sebagai sukarelawan. Ada di Rumah sakit baik milik Pemerintah maupun Swasta, di Puskesmas atau ditempat lain,” paparnya.

Ketua DPD PPNI Kabupaten Tulungagung ini mengharapkan kepada Pemerintah agar meningkatkan kesejahteraan anggota perawat.

“Sebenarnya, harapan itu sudah ada yang dipenuhi oleh Pemerintah, saya ucapkan terima kasih. Namun demikian, bagi perawat status PTT gajinya jangan sering dirapel, dan itu jangan terjadi lagi,” harapnya.

“Untuk perawat berstatus ASN dapat naik pangkat sedangkan yang bekerja di swasta seiring pelayanan sudah bagus seharusnya pendapatannya harus meningkat,” tandasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait