NUSANTARA

Perjuangan Siswi SD di Aceh Tamiang, Belajar di Sekolah Rusak dan Berdebu

×

Perjuangan Siswi SD di Aceh Tamiang, Belajar di Sekolah Rusak dan Berdebu

Sebarkan artikel ini

Reporter : Zulfi

Aceh Tamiang, Mattanews.co – Meniti ilmu di ruang belajar yang nyaman, dengan fasilitas yang memadai dan tidak terganggu apapun, menjadi impian Dinda Dirgahayu (11), siswi kelas 6 Sekolah Dasar (SD) Negeri Rengas Kabupaten Aceh Tamiang.

Namun angannya jauh dari kenyataan. Dinda bersama puluhan siswa lainnya, terpaksa belajar dengan fasilitas minim di sekolahnya, yang berada di Kecamatan Tenggulun Kabupaten Aceh Tamiang.

Tidak ada pagar sekolah, yang membuat ternak warga sering masuk ke pekarangan sekolahnya.

“Tidak hanya meninggalkan kotoran, tanaman dihalaman sekolah itu tidak ada yang selamat”, ungkap Dinda, Senin (3/2/2020).

Sekolahnya pun itu terlihat gersang, karena tidak ada ditumbuhi bunga.

Selain pagar sekolah, Dinda dan para siswa lainnya, harus berhati-hati menapakkan kaki. Karena kondisi lantai kelasnya sangat miris.

Hampir keseluruhan lantai itu rusak, lantai yang sebelumnya terbuat dari semen itu sudah hancur, sehingga lantainya kini berdebu.

“Saya berharap pemerintah dapat membantu pembangunan pagar sekolah, lantai ruangan kelas, meja, bangku serta MCK”, katanya.

Kepala SDN Rengas Abdul Rahman mengatakan, sekolah yang telah dipimpinnya selama kurang lebih dua tahun, sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah kabupaten Aceh Tamiang.

“Sejak dibangun di Tahun 2012 lalu, baru sekali mendapatkan bantuan Tiga ruang kelas dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Semenjak itu, sekolah itu tidak pernah lagi mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah, khususnya dinas terkait.

Meskipun upaya telah dilakukan oleh pihak sekolah, mulai dari permohonan bantuan kepada dinas terkait, namun hingga sampai hari ini tidak juga terealisasi.

“Untuk mengatasi keterbatasan itu, sementara kami melakukan swadaya bersama orang tua siwa. Jika menggunakan anggaran sekolah sepenuhnya untuk melakukan pembangunan, hal itu tidak lah mungkin dikarenakan anggaran yang terbatas”, katanya

Abdul Rahman sangat berharap kepada pemerintah daerah, khususnya dinas terkait agar dapat memperhatikan dan memberikan bantuan terkait kebutuhan sekolah tersebut.

Terlebih ada 95 orang siswa yang harus belajar di enam ruangan kelas.

Editor : Nefri