MATTANEWS.CO – Pemerintah melalui Kemenko Perekonomian menyusun Outlook Ekonomi Pertanian 2021. Strategi ini guna mendorong pertumbuhan ekonomi tahun 2021 di sektor pertanian, yang mana peran strategis pada sektor tersebut merupakan mesin penggerak perekonomian Indonesia di tahun 2020.
Asisten Deputi Pangan Kemenko Perekonomian Muhammad Saifulloh menjelaskan, Outlook Ekonomi Pertanian 2021, merupakan hasil kajian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
“Harapannya dapat dijadikan sebagai acuan bagi seluruh stakeholder terkait untuk bersinergi dalam perumusan. Dan, pelaksanaan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan sektor tersebut khususnya di tahun 2021,” jelasnya. Saat Sosialisasi Outlook Ekonomi Pertanian 2021, di Surabaya, Selasa (23/2/2021).
Menurut Saifulloh, Outlook Ekonomi Pertanian 2021 tersebut, masih bersifat dinamis. Sehingga masih dapat mengakomodir masukan dari berbagai pihak.
Mengacu pada Outlook Ekonomi Pertanian 2021, Proyeksi sektor pertanian akan tumbuh sebesar 3,30% hingga 4,27%. Subsektor peternakan juga proyeksinya mengalami pemulihan pada tahun 2021 dengan pertumbuhan sebesar 3,72% sampai dengan 4,68%, setelah pada tahun 2020 mengalami kontraksi.
“Butuh dorongan untuk mencapai pertumbuhan sesuai proyeksi tersebut, dari sisi produksi disertai dukungan sisi permintaan,” ucapnya.
Ia berharap, perbaikan harga komoditas tanaman perkebunan mampu mendorong pertumbuhan subsektor tanaman perkebunan. Demikian juga pada subsektor peternakan.
Saifulloh juga berharap, perbaikan sisi permintaan konsumsi produk hewani mampu memperbaiki pertumbuhan subsektor peternakan.
Tantangan Global pada Sektor Pertanian Tahun 2021
Beliau menyebut, geliat pada sektor itu secara global di tahun 2021, akan dihadapkan dengan sejumlah peluang dan tantangan. Peluang dan tantangan tersebut antara lain gelombang pandemi lanjutan di sejumlah negara, perubahan perilaku konsumsi dari restoran dan tempat sejenis ke rumah tangga, dan disrupsi teknologi finansial dan teknologi tatap muka.
Perubahan kebijakan perdagangan internasional, stimulus fiskal dan moneter, kebutuhan transformasi sistem pangan, serta pemberian vaksin Covid-19 juga menambah daftar peluang dan tantangan sektor pertanian global di tahun 2021.
Sementara itu, di tingkat nasional hal yang sama juga menanti. Sejumlah peluang dan tantangan masih harus ada pengelolaan dan penanganannya dengan baik oleh stakeholder pertanian.
Peluang dan tantangan tersebut antara lain anomali iklim, penerapan teknologi, bonus demografi, regenerasi Sumber Daya Manusia (SDM), dan diversifikasi pangan.
Selain itu peningkatan akses pangan, penanganan kerawanan pangan. Kelembagaan, pembiayaan, akses data, anggaran research and development (R&D) yang kecil.
“Dan, kenaikan upah riil buruh tani, alih fungsi lahan, serta peluang dan tantangan logistik,” terang Saifulloh.














