MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Tumpukan beras yang menjulang tinggi di Komplek Pergudangan Bulog Putussibau Kota sukses membuat siswa-siswi SMK Negeri 2 Putussibau tertegun. Kamis (23/4/2026),
Perum Bulog Kantor Cabang Putussibau menggelar program Wisata Edukasi untuk mengenalkan peran Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional kepada generasi muda.
Puluhan pelajar dari Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) SMK Negeri 2 Putussibau diajak langsung melihat operasional gudang.
Bagi sebagian besar dari mereka, ini menjadi pengalaman pertama menyaksikan cadangan beras pemerintah dalam jumlah besar.
*Bulog: Eduwisata Bangun Kesadaran Pentingnya Pangan Sejak Dini*
Pemimpin Bulog Cabang Putussibau, M. Khilnan Rianda, menjelaskan bahwa eduwisata ini dirancang untuk memberi gambaran nyata kepada siswa tentang tugas Bulog sebagai pengelola cadangan pangan pemerintah.
“Eduwisata ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada siswa-siswi terkait kegiatan operasional Bulog dalam menjalankan perannya mengelola cadangan pangan pemerintah,” kata Khilnan.
Ia menyebut program ini sebagai langkah strategis Perum Bulog untuk meningkatkan sinergi dengan lembaga pendidikan. Tujuannya menambah wawasan anak didik terkait pangan dan peran pemerintah dalam menjamin ketahanan pangan nasional.
Menurut Khilnan, kegiatan ini bagian dari upaya literasi kepada anak bangsa untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya pangan. Eduwisata sekaligus menjadi sarana pengetahuan tentang ketahanan pangan dan urgensi swasembada pangan.
“Dengan stok cadangan beras yang tersedia di Gudang Bulog memberikan gambaran kepada para siswa, bahwa kehadiran negara dalam menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat itu penting,” tegasnya.
Khilnan menambahkan, program ini memberi nilai positif bagi Bulog Kancab Putussibau karena membuka ruang interaksi dengan lembaga pendidikan.
“Khususnya untuk membangun literasi terkait pentingnya pangan untuk ketahanan pangan bangsa, apalagi kebetulan yang hadir ini adalah Siswa SMK Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, jadi sangat tepat,” ujarnya.
*Diajak Lihat Proses dari Penerimaan hingga Distribusi*
Guru Pendamping SMK Negeri 2 Putussibau, Atanius Mening, menilai kegiatan ini sebagai pengalaman berharga.
“Ini menjadi pengalaman pertama bagi anak-anak, bagus untuk meningkatkan wawasan mereka terutama terkait pentingnya ketahanan pangan,” kata Atanius.
Selama di gudang, siswa tidak hanya melihat tumpukan beras. Mereka mendapat penjelasan langsung tentang penyimpanan, pengelolaan, dan perawatan komoditi pangan, khususnya beras.
Petugas gudang dan petugas pengolahan memaparkan proses penerimaan gabah dari petani, pengujian kualitas, pengolahan, hingga mekanisme pendistribusian kepada masyarakat.
Kesempatan itu dimanfaatkan siswa untuk menggali informasi lebih dalam. Sesi tanya jawab interaktif berlangsung antara siswa dengan petugas gudang dan petugas pengolahan.
Mulai dari cara menjaga beras agar tidak kutuan, standar kadar air, hingga alur distribusi saat operasi pasar atau bantuan pangan.
*Komentar Siswa: “Stok Beras Berlimpah, Swasembada Pangan Terbukti”*
Para siswa dari jurusan ATPH mengaku takjub sekaligus bangga melihat isi gudang yang penuh beras.
Wihelmusalim, salah satu siswa, mengatakan ini pengalaman pertamanya melihat susunan beras setinggi itu.
“Stok berasnya banyak, saya senang dengan adanya kesempatan ini,” ucapnya.
Lutviana Silva, siswi yang ikut eduwisata, menilai pemandangan gudang yang penuh menjadi bukti nyata swasembada pangan.
“Ternyata stok beras di Gudang Bulog Putussibau berlimpah, ini menunjukan swasembada pangan terbukti nyata,” kata Lutviana.
Kesan serupa disampaikan Tasya, siswi SMKN 2 Putussibau. “Stok beras Bulog benar-benar berlimpah, kami melihat langsung. Negara kita ini memang keren banget, bisa mewujudkan swasembada pangan,” tutup Tasya.
*Bangun Jembatan Literasi Pangan ke Generasi Muda*
Pemimpin Bulog Cabang Putussibau, M. Khilnan Rianda mengatakan kegiatan eduwisata ini menjadi jembatan bagi Bulog untuk mengenalkan peran lembaga pangan negara kepada pelajar.
“Dengan melihat langsung cadangan beras pemerintah, siswa mendapat pemahaman konkret bahwa ketahanan pangan bukan sekadar teori di buku, tetapi kerja nyata di lapangan, “tutur Khilnan.
Ditambahkan Khilnan, bagi siswa jurusan ATPH, kunjungan ini juga relevan dengan bidang studi mereka. Pemahaman tentang rantai pasok pangan dari hulu ke hilir, termasuk peran Bulog dalam stabilisasi harga dan stok, menjadi bekal penting saat mereka lulus dan terjun ke sektor pertanian.
“Bulog Cabang Putussibau terbuka jika ada sekolah lainnya di Kapuas Hulu mau mengikuti program seperti yang dilakukan SMKN 2. Harapannya, literasi pangan tumbuh sejak bangku sekolah dan lahir generasi yang peduli pada isu kedaulatan pangan nasional, “pungkasnya mengakhiri. (*)














