MATTANEWS.CO, LUBUK LINGGAU – Dalam rangka Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal (FT) Lubuk Linggau menggelar diskusi publik dan aksi susur Sungai Kelingi pada Kamis–Jumat (12–13 Februari 2026) di Kota Lubuk Linggau. Kegiatan ini merupakan implementasi tema nasional “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif” sekaligus wujud komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Diskusi publik yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, komunitas, pelajar, dan masyarakat menegaskan pentingnya pengelolaan sungai berbasis mitigasi risiko dan prinsip K3, mengingat potensi kecelakaan serta pencemaran lingkungan. Dalam sesi interaktif terungkap bahwa sampah rumah tangga masih kerap menumpuk saat musim hujan, yang berisiko memicu banjir dan gangguan kesehatan.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Deni Endriani, menyampaikan bahwa Sungai Kelingi merupakan aset strategis Kota Lubuk Linggau dengan indeks kualitas air 8 dari 10, termasuk yang terbaik di Sumatera Selatan.
“Sungai Kelingi memiliki peran vital secara ekologis, sosial, dan ekonomi. Namun, peningkatan aktivitas permukiman dan ekonomi menjadi tantangan yang perlu dikelola bersama melalui komitmen dan kolaborasi agar kualitas air dan kelestariannya tetap terjaga,” ujar Deni.
Perwakilan Forum OSIS Daerah, Arafi, menilai kegiatan ini membuka perspektif baru bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga sungai.
“Menjaga sungai bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga keselamatan, kesehatan lingkungan, dan keberlanjutan sumber daya alam. Kegiatan ini mendorong kami untuk lebih peduli dan berkontribusi,” tutur Arafi.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan aksi susur Sungai Kelingi yang mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Lubuk Linggau sebagai bentuk sinergi lintas sektor. Sebelum aksi dimulai, peserta menjalani pemeriksaan kesehatan serta identifikasi potensi bahaya bersama Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS). Aksi ini berhasil mengumpulkan sekitar 2,5 ton sampah dari aliran dan sempadan sungai, sekaligus memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya pelestarian lingkungan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan dan kepedulian lingkungan secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya K3 dan pelestarian lingkungan. Kami berharap sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan pemangku kepentingan dapat terus terjaga serta menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Rusminto.
Inisiatif ini sejalan dengan dukungan perusahaan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), Tujuan 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), Tujuan 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).














