MATTANEWS.CO, BENGKULU – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal (FT) Pulau Baai mengembangkan program Tabungan Sampah Sekolah di SMPN 19 Kota Bengkulu sebagai bagian dari program Eco Circle Center. Inisiatif ini mengajak siswa membiasakan pemilahan sampah sekaligus mengenalkan nilai manfaat sampah melalui kolaborasi dengan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Sumber Jaya, mitra binaan Pertamina.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (30/10) tersebut dihadiri Kepala SMPN 19 Kota Bengkulu, Lia Anggraeni, perwakilan Pertamina Patra Niaga FT Pulau Baai, serta Azwar Anas dari TPS3R Sumber Jaya yang memberikan edukasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah anorganik.
Melalui Tabungan Sampah Sekolah, sampah anorganik yang dikumpulkan siswa akan disalurkan ke TPS3R Sumber Jaya untuk dipilah dan diolah lebih lanjut, termasuk melalui proses pencacahan. Sebagai timbal balik, hasil pengumpulan sampah dapat dikonversikan menjadi barang, buku, maupun kebutuhan lain yang menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Skema ini memberikan manfaat bagi kedua pihak. Sekolah memperoleh nilai tambah dari sampah yang dikumpulkan, sementara TPS3R mendapatkan bahan baku untuk mendukung kegiatan pengelolaan sampah. Siswa juga dapat memahami bahwa sampah yang dipilah dengan baik masih memiliki nilai guna dan dapat dimanfaatkan kembali.
Kepala SMPN 19 Kota Bengkulu, Lia Anggraeni, mengapresiasi program Tabungan Sampah Sekolah yang memberikan edukasi sekaligus manfaat nyata bagi sekolah.
“Program ini mengajarkan siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui kebiasaan memilah sampah. Selain itu, hasil pengumpulannya juga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sekolah,” ujar Lia.
Perwakilan TPS3R Sumber Jaya, Azwar Anas, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan sekolah membantu memperluas pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
“Kami berharap kerja sama ini dapat meningkatkan pasokan sampah anorganik untuk dikelola sekaligus mengenalkan kepada siswa bahwa sampah masih memiliki nilai jika dipilah dan dimanfaatkan kembali,” jelas Azwar.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan bahwa keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun kepedulian lingkungan sejak dini.
“Melalui Eco Circle Center, kami ingin menghadirkan pengelolaan lingkungan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap kebiasaan memilah sampah dapat tumbuh sejak di bangku sekolah dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rusminto.
Melalui Eco Circle Center, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas, Tujuan 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, Tujuan 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta Tujuan 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Program ini juga mendukung Asta Cita ke-8 melalui penguatan kepedulian terhadap lingkungan dan pembangunan yang selaras dengan alam. Pertamina mengajak masyarakat untuk memulai langkah sederhana dengan memilah sampah dari sumbernya dan mengelolanya secara bertanggung jawab.














