Reporter : Fitrah
Maluku, Mattanewes.co – Program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga yang dicetuskan Presiden Joko Widodo untuk pemerataan penyebaran, ternyata kurang dirasaka warga Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Maluku.
Para petani di Desa Waimital Kecamatan Kairatu Kabupaten SBB Maluku resah, karena di daerahnya BBM jenis solar mengalami kelangkaan. Padahal, mereka akan mempersiapkan panen padi.
Kebutuhan solar digunakan untuk bahan bakar Alsintan, alat berupa mesin yang berfungsi untuk memudahkan proses pencabutan padi.
Subor Priono salah satu petani di Desa Waimital mengatakan, jelang panen di daerahnya, para petani masih kesulitan untuk mendapatkan solar. Bahkan stok BBM bersubsidi ini selalu di SPBU di daerahnya.
“Padahal alsintan para petani di sini semuanya menggunakan solar. Ini akan menghambat kami untuk panen,” ucapnya, Sabtu (30/11/2019).
Dia mengharapkan agar pihak terkait segera menyikapi kelangkaan solar ini. Dan jangan sampai masalah ini dibiarkan saja berlarut-arut.
“Saya mewakili petani Desa Waimital meminta perhatian pemerintah daerah dan DPRD SBB, agar bisa membantu ketersediaan solar bagi kami para petani yang sudah kesusahan ini,” katanya.
Saat dimintai konfirmasi terkait kelangkaan solar, anggota DPRD SBB Eko Budiono ternyata sudah mendengar keluhan para petani Desa Waimital tersebut.
“Kepada pihak-pihak terkait agar serius menyikapi persoalan ini, karena ini berkaitan dengan ketahanan pangan yang menjadi kebijakan pemerintah pusat,” ujar politisi Fraksi PKB ini.
Dia juga sudah berkoordinasi dengan anggota DPRD SBB Komisi II, yang bermitra dengan Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan Kabupaten SBB, untuk melihat persoalan ini,
“Saya dari Komisi I juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian, untuk menindaklanjuti masalah ini. Jangan sampai ada pihak-pihak distributor yang sengaja menimbun BBM solar tersebut,” katanya.
Sementara itu Ketua BPD Waimital Kliwon Soetomo membenarkan kelangkaan solar di daerahnya. Dia berharap persoalan ini bisa segera teratasi, sehingga masyarakat bisa melakukan panen padi dengan lancar.
“Masalah ini seharusnya cepat disikapi, agar memenuhi apa yang saat ini menjadi keluhan para petani desa waimital saat ini,” ucapnya.
Editor : Nefri














