HEADLINE

Pj Bupati Labuhanbatu Vidcon dengan Gubernur Sumut Terkait Pelaksanaan PTM Terbatas

×

Pj Bupati Labuhanbatu Vidcon dengan Gubernur Sumut Terkait Pelaksanaan PTM Terbatas

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, LABUHANBATU– Berdasarkan intruksi Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.54/39/INST/2021 mengenai pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Masa Pandemi Covid-19, Pj.Bupati Labuhanbatu ikuti Vidio Confrence (vidcon) dengan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) di ruang rapat kantor Bupati Labuhanbatu, Senin (30/8/2021).

Dalam arahannya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas di masa pandemi COVID-19 dilakukan dengan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan semua warga satuan pendidikan.

“Dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Untuk Kabupaten/Kota level 4 seluruh kegiatan formal, non formal dan informal dilakukan melalui Pembelajaran Jarak Jauh,” ujarnya.

Sementara untuk Kabupaten/Kota level 3 dan 2 pelaksanaan pembelajaran dapat dilakukan melalui Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dengan kapasitas maksimal 50 % dengan memprioritaskan kesehatan semua satuan pendidikan.

“Untuk SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB maksimal 62% sampai dengan 100%, dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 (lima) peserta didik/kelas, dan PAUD maksimal 33%, dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 (lima) peserta didik/kelas,” jelasnya lagi.

Pj.Bupati Labuhanbatu Muliyadi Simatupang yang didampingi Assisten 1 Sarimpunan Ritonga, kabid Paud Dinas Pendidikan, dan perwakilan dari BPBD yang ikuti Vidio Confrence tersebut meminta Dinas Pendidikan untuk berkoordinasi dengan pihak BPBD untuk mempersiapkan PTM terbatas dengan Prokes yang telah diatur.

“Dinas pendidikan bersama pihak BPBD harus bekerjasama mempersiapkan pembelajaran tatap muka terbatas sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dengan mematuhi protokol kesehatan,” ucapnya.

Pj. Bupati juga meminta seluruh tenaga pengajar untuk di vaksin sebelum pelaksanaan PTM terbatas dilakukan. Ia berharap minggu ke-2 September sudah bisa melaksanakan PTM terbatas.