BERITA TERKINIHEADLINEPEMPROV SUMSEL

Pj Gubernur Sumsel Minta Lurah Naikkan Kapasitas dan Kuasai Regulasi

×

Pj Gubernur Sumsel Minta Lurah Naikkan Kapasitas dan Kuasai Regulasi

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Pj Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Agus Fatoni menjadi narasumber dalam Diklat Peningkatan Kapasitas Lurah Se-Sumsel Tahun 2023. Dalam kegiatan itu, Fatoni menyampaikan paparan tentang “Optimalisasi Kinerja Kelurahan dalam Rangka Peningkatan Pelayanan Publik yang digelar di Aula Putri Kembang Dadar, Kantor BPSDMD (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah) Provinsi Sumsel, Rabu (1/10/2023).

Berbagai hal menyangkut pekerjaan, tugas dan profesionalitas serta tahapan-tahapan menggapai kesuksesan dan keberhasilan dijelaskannya secara gamblang di hadapan para lurah. Menurut Fatoni, peningkatan kapasitas para lurah sangat penting dilakukan agar mereka bisa melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan sebaik-baiknya.

“Pembekalan yang diberikan berupa peraturan perundang-undangan, informasi dan pengetahuan yang lain, termasuk motivasi dan pengembangan kepribadian. Lurah ini menjadi ujung tombak pemerintahan dan terdepan dalam lingkungan masyarakat. Mereka yang paling tahu kondisi masyarakat,” ujar Fatoni.

Menurutnya, jika para Lurah mampu melaksanakan pekerjaan dengan baik, maka berbagai persoalan akan selesai. Ia memisalkan permasalahan stunting di wilayah pemerintahan kelurahan.

“Mereka seharusnya tahu berapa penderita stunting di wilayah kelurahannya, by name by address. Jika data itu dan dan membagi untuk menjadi orang tua asuh, maka selesailah masalah stunting di wilayah itu. Termasuk pula soal kemiskinan ekstrem,” katanya.

Ia menyebut, jika hal itu dikerjakan di satu provinsi oleh lurah atau kepala desa, maka persoalan di daerah akan selesai. Sehingga, peningkatan kapasitas itu sangat penting dilakukan agar para pemimpin di tiap wilayah bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.

Dalam paparannya, Fatoni mengungkapkan jika Diklat itu dilakukan untuk meningkatkan kapasitas ilmu pengetahuan dan wawasan lurah agar semakin luas. Ia juga mendorong para lurah untuk studi banding sehingga memahami kompleksitas permasalahan dam mengatasi persoalan yang ada.

Ia menambahkan, pembelajaran dan ilmu harus terus dikejar. Sebab, bekal yang dimiliki harus cukup untuk menjalankan pekerjaan. Khususnya dalam bidang regulasi dan aturan yang harus diketahui secara update karena perkembangannya semakin cepat dan luas.

“Harus banyak update dan mempelajarinya, sebab dalam setiap keputusan yang diambil berdasarkan regulasi. Kalau tidak tahu dasar hukum dan regulasi, akhirnya timbul keragu-raguan dan ketakutan. Kegiatan atau pekerjaan tidak akan bisa maksimal. Disinilah pentingnya belajar,” jelas Fatoni.

Ia mendorong, para lurah bisa berpikir setingkat lebih maju. Bahkan memiliki pemikiran yang sama dengan pejabat di atasnya. Hal itu menurutnya, akan berefek kepada kemajuan pemerintahan di wilayahnya.

“Lurah boleh berpikir sama seperti camat, eselon 2. Bisa juga seperti bupati/walikota atau bahkan gubernur sekalipun. Jangan memperbesar gaya, seperti tong kosong nyaring bunyinya. Para lurah harus memiliki pengetahuan yang luas dan menguasai regulasi. Caranya dengan menambah ilmu pengetahuan dan memahami regulasi,” bebernya.

Ia meminta agar para lurah meningkatkan kapasitas ilmu pengetahuan dan memahami regulasi. Untuk itu, para lurah diminta memiliki prinsip benar, baik dan indah. Dijelaskan Fatoni, prinsip benar, harus mengikuti aturan perundang-undangan. Aturan harus dijadikan sahabat atau teman setia karena sampai kapan pun hal itu akan melekat.

Prinsip baik, disebutnya dalam hal keramahan, sopan santun dan memiliki local wisdom (kearifan lokal). Kemudian soal keindahan menyangkut tata letak, tata warna, tutur kata dan sejenisnya.

Dengan melaksanakan tiga prinsip tadi, lanjutnya, akan terlihat standar dan kualitas seseorang.

“Untuk menjadi yang terbaik tidak sulit, asalkan mau berpikir pasti akan mencapainya. Kecuali memang tidak mau berpikir atau pikirannya tidak sampai, atau pikirannya terbatas segitu-segitu saja,” ungkap Fatoni.

Dalam paparannya, Fatoni juga meminta para lurah menjadi pribadi yang pintar, cerdas, kreatif dan inovatif. Pintar disitu, katanya, mampu menyerap ilmu pengetahuan dan informasi yang banyak. Kemudian mereka yang cerdas, mampu menggunakan ilmu pengetahuan untuk pekerjaannya.

Soal kreatif, ia menekankan para lurah bekerja dengan cara berbeda dan tidak biasa. Kemudian inovatif, para lurah bisa merancang sesuatu dengan cara berbeda secara matang agar tujuan kegiataj sampai kepada masyarakat.

Dalam menjalankan pekerjaan, ia meminta para lurah untuk menjaga loyalitas. Hal itu menjadi salah satu yang penting agar organisasi yang dipimpin bisa lebih baik dan semakin maju. Selain loyalitas, juga totalitas dalam bekerja dan tidak setengah-setengah. Hal ini juga berkaitan dengan mengubah mindset seseorang, bahwa pekerjaan yang dilakukan secara maksimal akan berdampak pada semua orang.

“Selanjutnya adalah netral, tidak berpihak kepada siapa pun. Pekerjaan yang kita lakukan tidak melihat pada kelompok tertentu, agama, ras atau suku. Semua harua diberi pelayanan dengan baik dan maksimal,” katanya.

Hal berikutnya menyangkut militan, yakni memiliki daya juang, tidak mudah putus asa dalam pekerjaan dan tidak kenal lelah. Ia menilai, dimana pun tempatnya, mereka yang militan pasti akan dicari. Terakhir adalah profesionalitas.

“Profesionalitas ini, siapa pun pemimpinnya, apa pun eranya dan kondisinya seperti apa pun, pasti akan tetap eksis,” jelas Fatoni.

Kecakapan lain yang mesti dimiliki adalah cara menempatkan diri. Kemudian memiliki antisipatif dalam berbagai persoalan, inovatif, punya intuisi yang baik, responsif dan tanggap.

Masih kata Fatoni, SDM memiliki tiga kelemahan. Pertama dalam bidang kompetensi, kedua komitmen dan ketiga kekompakan. Untuk menyelesaikan persoalan itu dan menjadi SDM yang unggul, para lurah harus mencari solusinya dengan mengubah mindset atau pola pikir.

“Mindset atau pola pikir dalam bekerja harus diubah. Kemudian meningkatkan kompetensi, memiliki komitmen, kompak dalam bekerja dan berinovasi. Jangan pantang menyerah, selalu bersyukur jika bertemu masalah. Semakin banyak menemukan masalah, maka akan terbiasa menyelesaikannya,” jelas Fatoni.

Kepala BPSDMD Provinsi Sumsel, Edward Juliartha mengatakan, peserta dalam kegiatan itu sebanyak 74 lurah dari kabupaten/kota di Sumsel. Diklat yang dilakukan diharapkan mampu memberi informasi dan pengetahuan kepada lurah agar tugas dan fungsinya bisa dijalankan dengan baik.

Selain Pj Gubernur Sumsel, narasumber dalam Diklat itu berasal dari berbagai instansi seperti dari BPSDMD Provinsi Sumsel, Brimob, Kejati Sumsel BPKAD, Lurah terbaik Regional Jawa dan lain-lain.