MATTANEWS.CO, MUSI RAWAS – Plafon penghubung atau koridor di RSUD dr Sobirin yang ambruk akibat hujan disertai angin kencang pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 17.20 WIB langsung mendapat respons cepat dari DPUCKTR-P Kabupaten Musi Rawas. Plafon yang mengalami kerusakan tersebut segera ditangani dan diperbaiki guna memastikan aktivitas pelayanan rumah sakit tetap berjalan normal.
Kabag Umum dan Keuangan RSUD dr Sobirin, Meri Novrianti, didampingi Kepala IPRS Tri Ari Setiadi serta Humas RSUD dr Sobirin, Oktor Rini, menjelaskan bahwa insiden ambruknya plafon terjadi saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut.
Menurut Meri, kejadian berlangsung secara tiba-tiba tanpa adanya tanda-tanda kerusakan sebelumnya pada bagian plafon.
“Saat hujan dan angin kencang, plafon langsung ambruk. Sebelumnya tidak ada kerusakan atau retakan yang terlihat,” ungkap Meri saat menceritakan kronologi kejadian.
Ia menambahkan, plafon yang ambruk tersebut berada di area selasar atau koridor penghubung antara gedung lantai 3 dan lantai 5. Area ini bukan merupakan ruang perawatan pasien, melainkan tempat tunggu bagi keluarga pasien, khususnya yang sedang mendampingi pasien di ruang ICU maupun MICU.
“Ruangan ini cukup luas dan nyaman, dilengkapi AC dan fasilitas charger. Biasanya digunakan keluarga pasien untuk beristirahat atau menunggu. Saat kejadian, tidak ada korban jiwa, hanya beberapa orang sempat terkejut,” jelasnya.
Selain kerusakan plafon, dampak hujan angin juga menyebabkan sekitar 10 titik CCTV di lingkungan rumah sakit mengalami gangguan atau kerusakan, diduga akibat sambaran petir. Tak hanya itu, beberapa bagian pagar seng di area rumah sakit juga mengalami kerusakan karena bukan merupakan pagar permanen.
Pasca kejadian, pihak RSUD dr Sobirin segera berkoordinasi dan melaporkan kondisi tersebut kepada DPUCKTR-P Kabupaten Musi Rawas untuk mendapatkan penanganan cepat. Respons pun langsung diberikan dengan melakukan pembersihan serta perbaikan.
Kepala DPUCKTR-P Kabupaten Musi Rawas, H. Oktaviano, didampingi Sekretaris Feri, membenarkan bahwa pihaknya langsung turun tangan setelah menerima laporan dari rumah sakit.
“Kami segera bergerak untuk membersihkan serpihan plafon agar tidak mengganggu aktivitas pelayanan di rumah sakit,” ujarnya.
Ia memastikan bahwa proses perbaikan tidak akan memakan waktu lama karena tingkat kerusakan dinilai tidak terlalu parah.
“Kerusakan ini tidak fatal, hanya terjadi di area selasar atau koridor penghubung antara gedung 5 lantai dan gedung 3 lantai yang dibangun pada 2024 lalu. Insya Allah dalam waktu maksimal dua hari sudah selesai diperbaiki,” tambahnya.
Lebih lanjut, dari hasil pengecekan di lapangan, tidak ditemukan adanya kebocoran pada bagian plafon yang ambruk. Dugaan sementara, kerusakan terjadi akibat tekanan angin yang masuk melalui celah-celah bangunan dan terjebak di bagian tertentu, sehingga menimbulkan tekanan kuat atau kondisi force majeure.
“Angin masuk melalui sela-sela dan terjebak, sehingga memberikan tekanan yang cukup besar hingga menyebabkan plafon ambruk,” jelas Oktaviano.
Ia menegaskan bahwa kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi bersama antara pihak DPUCKTR-P dan manajemen RSUD dr Sobirin. Diharapkan, ke depan dapat dilakukan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Ini menjadi evaluasi bersama. Harapannya ke depan kita bisa lebih mengantisipasi agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” tutupnya.














