BERITA TERKINI

Plt Bupati PALI : Candi Bumiayu Termasuk Aset Nasional

×

Plt Bupati PALI : Candi Bumiayu Termasuk Aset Nasional

Sebarkan artikel ini
alai Pusat Cagar Budaya (BPCB) Jambi menggelar Lokakarya Pengembangan dan Pemanfaatan Percandian Bumiayu di Kabupaten PALI Sumsel (Nasir / Mattanews.co)
alai Pusat Cagar Budaya (BPCB) Jambi menggelar Lokakarya Pengembangan dan Pemanfaatan Percandian Bumiayu di Kabupaten PALI Sumsel (Nasir / Mattanews.co)

Reporter : Nasir

BANYUASIN, Mattanews.co – Balai Pusat Cagar Budaya (BPCB) Jambi menggelar Lokakarya Pengembangan dan Pemanfaatan Percandian Bumiayu, di Guest House Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Rabu (25/11/2020).

Pada gelaran hari pertama Lokakarya, BPCB Jambi menghadirkan narasumber Direktur Jendral Kebudayaan Hilmar Farid, Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Restu Gunawan, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Nasional Junus Satrio Atmodjo dan Komunitas Budaya Panji Kusuma.

Pelaksana tugas (Plt) Bupati PALI Ferdian Andreas Lacony mengharapkan, melalui lokakarya ini akan menjadi momentum semua pihak. Terutama dalam pengembangan kawasan Percandian Bumiayu, sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomni kerakyatan.

“Kami berharap ada kerjasama antara pemerintah daerah, BPCB Jambi, Kementrian Kebudayaan dan masyarakat di sekitar kawasan Percandian Bumiayu. Karena Candi Bumiayu sudah menjadi aset nasional. harus kita manfaatkan secara optimal,” katanya.

Dia pun menginginkan, Candi Bumiayu ini menjadi lokomotif peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam bidang pariwisata dan kebudayaan.

Ferdian juga menginginkan agar Lokakarya Pengembangan Percandian Bumiayu, dapat merumuskan badan yang menjadi pengelola pengembangan wisata dan budaya di sekitar kawasan Candi Bumiayu.

“Kita berharap hasil dari lokakarya ini akan menghasilkan badan pengelola, unit pengelola agar dapat membantu tempat masyarakat melakukan ekspresi kebudayaan. Sehingga menjadi sumber baru pendapatan masyarakat,” ungkap Ketua DPC PDIP PALI.

Sementara itu Kepala BPCB Jambi Agus Widiatmoko mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah membangun ekosistem yang bergerak dibidang pemajuan kebudayaan.

“Kita berharap dengan mengangkat potensi-potensi objek kemajuan kebudayaan, yang pada intinya adalah warisan mencetak benda yang disandingkan dengan cagar budayanya. Karena kedua – duanya tidak bisa dilepaskan,” ujarnya.

Dalam rencana mengangkat ekosisitem pemajuan kebudayaan, BPCB Jambi berusaha meningkatkan kapasitas para pelaku atau para masyarakat kawasan percandian Bumiayu.

“Kami melihat sekarang para komunitas belum ada, masyarakatnya belum beraktivitas dikawasan percandian Bumiayu. Untuk itu BPCB Jambi akan mendorong agar kawasan percandian Bumiayu ini, bisa menjadi bagian ruang hidup berbudaya masyarakat yang ada di sekitarnya,” katanya.

Editor : Nefri