MATTANEWS.CO, PALEMBANG — Aksi saling serang antar dua organisasi masyarakat di kawasan pusat perbelanjaan PS Mall Palembang, kini berbuntut panjang. Polsek Ilir Barat 1 tengah mendalami peristiwa bentrokan tersebut, Palembang, Rabu (7/1/2026).
Insiden berdarah yang terjadi di Jalan Angkatan 45, Kecamatan Ilir Barat I, Selasa (6/1/2026) siang, menyebabkan tiga orang mengalami luka-luka yang cukup serius.
Peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan kepanikan warga sekitar, tetapi juga memicu dua laporan resmi ke pihak kepolisian, yaitu satu laporan dibuat keluarga korban dari ormas Permaskot di Polrestabes Palembang, sementara satu laporan lainnya diajukan warga sipil ke Polsek Ilir Barat I.
Korban dari pihak Permaskot diketahui bernama Billy Putra Pratama, yang mengalami luka cukup serius akibat bacokan senjata tajam. Laporan terhadap kejadian itu dibuat langsung oleh orang tua korban.
Sementara itu, laporan kedua atas nama Firman, warga yang turut menjadi sasaran penyerangan dalam insiden tersebut.
Kapolsek Ilir Barat I, Kompol Rifan Wijaya, menegaskan hingga kini proses penyelidikan masih berjalan dan pihaknya belum memeriksa saksi.
“Dari hasil pendataan peristiwa kemarin ada tiga korban satu dirawat di RS AK Gani bernama Billy Putra dari ormas Permaskot, satu dirawat di RS Siti Khadijah bernama Rafiq dan satunya luka ringan atas nama Firman warga yang menjadi korban penyerangan,” kata Kompol Rifan Wijaya kepada wartawan Rabu (7/1/2025).
Menurut Rifan, lokasi awal bentrokan berada di sekitar area parkir di luar PS Mall. Dari titik tersebut, situasi berkembang hingga terjadi aksi kejar-kejaran ke ruas utama Jalan Angkatan 45.
“Diduga yang melakukan penyerangan dari Ormas Harimau Sumatera bersatu namun kami masih melakukan penyelidikan. Untuk laporan korban atas nama Billy penanganannya diambil alih oleh Polrestabes Palembang,” tandasnya.
Informasi yang beredar di lapangan menyebutkan bahwa pemicu bentrokan diduga berkaitan dengan perebutan penguasaan lahan parkir. Area tersebut sebelumnya disebut-sebut berada di bawah kendali ormas Permaskot, sebelum kemudian memicu gesekan dengan kelompok lain.
Insiden ini sempat terekam warga dan viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat lebih dari sepuluh orang terlibat aksi saling serang dengan membawa senjata tajam jenis pedang. Bahkan, salah satu korban terlihat terjatuh saat berusaha melarikan diri, sebelum akhirnya dihujani bacokan oleh sejumlah pelaku.
Usai melakukan pengeroyokan, para pelaku terlihat menjauh dari lokasi, sementara korban dievakuasi menggunakan mobil yang sudah menunggu tak jauh dari tempat kejadian. Seluruh pelaku tampak mengenakan jaket dan masker saat membawa senjata tajam.
Pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan akan terus berlanjut untuk mengungkap peran masing-masing pihak serta motif pasti di balik bentrokan yang mengganggu ketertiban umum tersebut.














