BERITA TERKINI

Potensi Radikalisme di Sumsel Turun

×

Potensi Radikalisme di Sumsel Turun

Sebarkan artikel ini

Reporter : Adi

PALEMBANG, Mattanews.co – Ketua FKPT Sumsel Periyansyah mengungkapkan bahwa hasil penelitian 2019 secara nasional, potensi radikalisme di Sumsel dibandingkan tahun lalu mengalami penurunan.

“Saat ini skor potensi radikalisme di sumsel 37,33 persen, dari sebelumnya pada 2017, 56 persen,” ungkap Periyansyah saat menjadi salah satu narasumber pada acara diskusi yang diselenggarakan oleh Pemuda NKRI dengan tema “Apakah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sarang Radikalisme? di Ruang Dua Cafe, Palembang, Rabu (04/12/2019).

Dengan semakin turun potensi radikalisme di Sumsel meringankan beban FKPT sumsel namun tetap akan melakukan pencegahan.

Sementara itu, Kasubdit Keamanan Negara Direktorat Intelkam Polda Sumsel, AKBP Marzuki, S.Ag mengungkapkan bahwa radikalisme tidak bisa dilihat dari pakaian atau baju tapi pola pikir dari individu

“Faktanya begitu, pelaku teror yang belakangan, misalnya bom thamrin, itu bercelana jeans, pakai topi, jadi Identitas-identitas keagamaan memang tidak ada kaitan dengan terorisme, yang jadi masalah adalah pelaku terorisme mengatasnamakan agama,” ucap Marzuki.

Dijelaskan Marzuki, dalam pencegahan radisklisme tidak bisa dilakukan oleh Polisi saja namun juga diperlukan peran masyarakat, semua pihak dan stage holder yang ada harus bergerak.

“Upaya pencegahan yang di lakukan oleh polisi, dari penyelidikan, sosialisasi, himbauan,” katanya

Plt Kaban Kesbangpol Sumsel, Bakhnir Rasyid mengungkapkan bahwa, rumor pernyataan BUMN sarang radikalisme harusnya di teliti dulu.

“Belum tentu BUMN sarang radikalisme, akan kita adakan dulu penelitian, kita tidak boleh mendeskriditkan atau menuduh instansi sebelum ada fakta,” ungkapnya.

Dijelaskan Bakhnir bahwa paham Radikalisme adalah suatu kekerasan yang tidak di perbolehkan oleh negara, karena kontradiktif dari radikalisme itu harus damai

“Kita harus adakan dulu penelitian, dan dari penelitian itu ada data, karena Sumsel terkenal dengan zero konflik,” tandasnya.

Editor : Anang