MATTANEWS.CO, OKI – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan penyelidikan atas bentrokan yang terjadi di areal PT Buluh Cawang Plantation (BCP), Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir, masih terus berjalan. Menurut dia, penyidik saat ini menangani dua peristiwa yang berlangsung secara beriringan.
“Penyelidikan yang dilakukan oleh Polda Sumsel dan Polres OKI hingga saat ini masih berjalan terhadap dua peristiwa yang terjadi beriringan,” kata Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, Jum’at (26/6/2026).
Nandang menjelaskan, penyelidikan pertama difokuskan pada aksi pembakaran mess karyawan, pos satpam, serta sejumlah kendaraan operasional milik PT BCP (anak perusahaan Wilmar Group), yang terjadi saat kericuhan berlangsung.
“Penyelidikan terhadap aksi pembakaran mess karyawan, pos satpam, serta sejumlah kendaraan operasional milik PT BCP. Insiden ini juga menyebabkan seorang warga berinisial AC (25) meninggal dunia karena tersengat listrik dan mengalami luka bakar saat pembakaran terjadi,” ujarnya.
Ia mengatakan, perkara tersebut ditangani tim gabungan yang terdiri dari Ditreskrimum Polda Sumsel, Satreskrim Polres OKI, dan Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Sumsel untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban sekaligus merekonstruksi rangkaian peristiwa saat kebakaran terjadi.
Selain itu, kata Nandang, penyidik juga membuka penyelidikan lainnya yang berfokus pada asal-usul suara letusan yang menyebabkan dua warga mengalami luka.
“Penyelidikan menyeluruh mengenai asal-usul suara letusan yang mengakibatkan dua warga mengalami luka, yaitu ZA (50) dan MU (43). Penyelidikannya dilakukan oleh Bidang Propam Polda Sumsel, Itwasda Polda Sumsel, Ditreskrimum, serta Satreskrim Polres OKI,” katanya
Keterlibatan Bidang Propam dan Itwasda menunjukkan penyelidikan tidak hanya diarahkan untuk mengungkap dugaan tindak pidana, tetapi juga menelusuri seluruh prosedur penanganan yang dilakukan aparat saat insiden berlangsung.
Hingga kini, Polda Sumsel belum menyampaikan hasil penyelidikan mengenai penyebab pasti kematian AC maupun asal suara letusan yang melukai ZA dan MU. Kedua perkara tersebut masih dalam proses pendalaman oleh tim gabungan.
Meski demikian, sejumlah pertanyaan penting masih belum terjawab. Publik masih menunggu hasil penyelidikan forensik, serta hasil pemeriksaan balistik apabila ditemukan indikasi penggunaan senjata api, kronologi lengkap munculnya suara letusan, serta identitas pihak yang bertanggung jawab apabila terbukti terjadi pelanggaran hukum maupun pelanggaran prosedur.
Dengan dua penyelidikan yang masih berjalan, kasus bentrokan di kawasan PT BCP memasuki fase yang lebih krusial.
Hasil penyidikan nantinya akan menjadi penentu apakah insiden tersebut semata merupakan tindak pidana yang dilakukan warga, atau terdapat rangkaian peristiwa lain yang ikut berkontribusi terhadap jatuhnya korban jiwa dan korban luka dalam konflik tersebut.














