Puluhan Pedagang Anyaman Ketupat Mulai Ramai di Kawasan Pasar Ngemplak Tulungagung

Marsini (62) pedagang anyaman ketupat di kawasan Pasar Ngemplak Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Foto : Ferry Kaligis/mattanews.co

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Puluhan pedagang Anyaman Ketupat mulai ramai jajakan dagangannya di kawasan Pasar Ngemplak Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Lebaran menginjak hari kelima ini, sangat identik dengan ketupat. Hal ini bisa kita lihat mulai melubernya para pedagang anyaman ketupat dibeberapa sentra pasar tradisional.

Pantauan mattanews.co saat berada dikawasan Pasar Ngemplak Kabupaten Tulungagung ini dapat berbincang dengan salah satu pedagang anyaman ketupat, Marsini (62) domisili Desa Mangunsari Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung mengatakan mulai menjajakan dagangan anyaman ketupat ini pada saat lebaran menginjak hari kelima.

“Sudah 30 tahun ini menjalani sebagai pedagang musiman anyaman ketupat dikawasan Pasar Ngemplak,” kata wanita yang membuka lapaknya didepan toko Lady jalan Abdul Fattah sembari tersenyum.

Marsini menambahkan untuk anyaman ketupat ini satu ikat isi sepuluh mengaku menjual dengan harga Rp.6000 rupiah.

“Iya benar, Rp.6000 rupiah isi sepuluh anyaman ketupat dijualnya, namun untuk janur (daun kelapa muda red.) beli dari orang sedangkan anyaman ketupat dibuat sendiri,” tambahnya.

“Adanya pandemi Covid-19 memang omset turun drastis, dan sudah dua kali lebaran ini terasa sepi,” imbuh wanita yang sudah mempunyai cucu ini sembari memelas.

Hal senada disampaikan pedagang anyaman ketupat asal desa Rejosari Kecamatan Kalidawir, Tinatin (52) yang juga membuka dagangannya tepat didepan kawasan pasar Ngemplak.

“1 ikat anyaman ketupat isi 10 dijual grosir Rp.6000 rupiah, kalau eceran dijual Rp.8000 rupiah,” katanya.

“Masih sepi hari ini, biasanya nanti lebaran hari keenam mulai ramai,” sambung wanita berhijab ini penuh optimis.

Mengaku masih sepi, menurut Tinatin menjelaskan dengan masih adanya pandemi Covid-19 saat ini melanda dagangan anyaman ketupat mengalami penurunan untuk omsetnya.

“Lebaran tahun lalu juga sepi, sekarang mengaku masih sepi, namun demikian biasanya lebaran hari keenam banyak pembelinya,” harapnya.

“Semoga Pandemi Covid-19 cepat berlalu, sehingga roda perekonomian kembali normal dan kita semua terhindar dari virus tersebut, dan aktivitas kembali sedia kala,” tandasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait