Puluhan Wartawan Sumsel Gelar Aksi Solidaritas di BAM Masjid Agung

  • Whatsapp

 

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Sebanyak puluhan jurnalis dari berbagai media se-Sumatera Selatan (Sumsel), menggelar aksi unjuk rasa dan solidaritas, pada hari Kamis (1/4/2021).

Bacaan Lainnya

Aksi yang digelar di Bundaran Air Mancur (BAM) Masjid Agung Palembang, merupakan protes atas penganiayaan yang diduga dilakukan aparat keamanan di Surabaya, terhadap Nurhadi, Jurnalis Tempo.

Dari informasi yang didapat, Nurhadi mendapatkan perlakuan kekerasan bahkan penganiayaan, setelah mengambil foto dan hendak meminta konfirmasi kepada mantan Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Angin Prayitno Aji, pada Sabtu, (17/3/2021) lalu.

Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Palembang Prawira Maulana mengatakan, pihaknya yang tergabung dalam Koalisi Untuk Kemerdekaan dan Kebebasan Pers, meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) mengusut secara tuntas kekerasan tersebut sampai ke dalang-dalangnya.

“Kami juga berharap agar profesi jurnalis yang kerap mendapatkan aksi kekerasan ini, mulai terlindungi oleh Undang-Undang (UU) Pers No 40 Tahun 1999. Jangan ada lagi kriminalisasi terhadap wartawan,” ujarnya.

Para jurnalis turut serta dalam aksi damai di Bundaran Air Mancur (BAM) Masjid Agung Palembang (Mattanews.co)
Para jurnalis turut serta dalam aksi damai di Bundaran Air Mancur (BAM) Masjid Agung Palembang (Mattanews.co)

Prawira mengatakan, pihaknya menuntut Kapolda Jawa Timur (Jatim), Irjen Nico Afinta, agar Polda Jatim mengusut tuntas kasus kekerasan yang menimpa jurnalis Tempo, Nurhadi sesuai hukum yang berlaku.

“Keseriusan Polda Jatim  dalam menindak para pelaku kekerasan menjadi bukti profesionalisme Kepolisian ke depan,” katanya.

Awak media di Sumsel juga meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta jajarannya, untuk memberikan perlindungan terhadap jurnalis yang melakukan kerja-kerja jurnalistik.

Koalisi Untuk Kemerdekaan dan Kebebasan Pers, lanjutnya, juga mengingatkan kepada APH khususnya Polda Sumsel.

Karena kerja-kerja jurnalistik dilindungi oleh Undang-undang Pers.

Sementara itu, Direktur Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro mengapresiasi dan menerima pernyataan sikap dari koalisi untuk Kemerdekaan Pers.

Para jurnalis turut serta dalam aksi damai di Bundaran Air Mancur (BAM) Masjid Agung Palembang (Mattanews.co)
Para jurnalis turut serta dalam aksi damai di Bundaran Air Mancur (BAM) Masjid Agung Palembang (Mattanews.co)

Bahwa UU Pers No 40 Tahun 1999 itu, merupakan salah satu pilar penting di negara Indonesia.

“Kita dan masyarakat dapat memperoleh informasi yang sehat melalui pers, dari tugas pers harus diapresiasi dan tentunya dalam melaksanakan tugasnya sebagai insan pers yang mencari informasi dan klarifikasi tentunya juga harus dilindungi oleh ketentuan hukum,” beber Kombes Pol Ratno Kuncoro saat menerima masa aksi, di Bundaran air Mancur.

Ratno mempersilahkan kepada wartawan yang posisinya di Sumsel.

pabila ada gangguan terhadap pelaksanaan tugasnya, silakan berkomunikasi dengan pihak Polda Sumsel, khususnya Dir Intelkam serta dengan Polres- Polres setempat.

“Untuk kasus yang di Surabaya, saya yakin pihak Mabes Polri telah memberikan penekanan khusus supaya tidak terulang kembali. Kemudian kasusnya mungkin Kapolda Jatim sudah menegaskan akan membentuk tim khusus untuk mengusut tuntas kasus ini,” ucapnya.

Terkait adanya peningkatan kekerasan terhadap jurnalis, lanjutnya, formasi yang diberikan oleh oknum aparat nanti akan di berikan arahan juga kepada jajaran Polda Sumsel.

“Saya akan mempelajari kasus yang terjadi di Surabaya. Kita juga akan membenahi interaksi mereka dan memahami, bahwa pers itu merupakan suatu profesi yang dilindungi oleh UU, serta ada kewajiban pers yang harus dihormati oleh semua pihak,” katanya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait