MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Menjelang penghujung Ramadan 1444 Hijriah atau 2023 Masehi, Koperasi Syariah (Kopsyah) Baitul Mal Wattamwil (BMT) Pahlawan Kabupaten Tulungagung, membagikan 500 porsi makanan dan takjil di depan Graha Pahlawan setempat, Minggu (16/4/2023) Sore.
Diketahui Graha BMT Pahlawan beralamat di jalan Ki Mangun Sarkoro Nomor 104 Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Saat dijumpai, Ketua Kopsyah BMT Pahlawan, dr. H. Laitupa Abdul Mutalib, Sp.PD., FINASIM, melalui General Manajer H. Nyadin, MAP., mengatakan berbagi 500 porsi berbuka puasa dan takjil ini merupakan salah satu kegiatan wujud kepedulian baitul mal.
Ratusan porsi makanan dan tajil tersebut, sambung Nyadin, dibagikan kepada masyarakat yang melintas di depan kantor Graha Pahlawan.
“Sore ini giat sosial kita bagikan 500 porsi makanan untuk berbuka puasa dan takjil kepada masyarakat yang melintas di depan Graha BMT Pahlawan, baik itu kendaraan motor roda 2 maupun roda 4,” kata Pria juga sebagai Ketus DPC Granat Kabupaten Tulungagung.
Dia menambahkan kegiatan sosial ini sebenarnya merupakan agenda setiap tahun dari BMT Pahlawan.
Pada tahun lalu di tengah kondisi masih dilanda pandemi Covid-19, tutur Nyadin, pihaknya menggelar agenda buka puasa bersama sekaligus memberikan santunan kepada kaum duafa dan anak yatim-piatu.
“Tahun lalu itu masih Covid-19 melanda, sehingga kita lakukan giat sosial dengan buka puasa bersama dan memberikan santunan ke kaum duafa dan anak yatim-piatu,” tambahnya.
“Hal berbeda untuk tahun ini, santunan dialihkan ke berbagi porsi makanan berbuka puasa dan takjil kepada masyarakat,” imbuhnya.
Menurut Nyadin, dalam menjalankan usahanya sebenarnya di BMT Pahlawan ada namanya Divisi Maal dan Wattanwil.
Secara terperinci, kata dia, pengertian baitul mal itu merupakan kegiatan sosial dakwah sedangkan Wattanwil itu suatu kegiatan berorientasi usaha profit bisnis.
“Jadi, berbagi 500 porsi makanan berbuka puasa ini merupakan kegiatan baitul mal yang dilakukan khusus selama ramadan,” ujarnya.
“Sedangkan kegiatan sosial dakwah ini untuk kesehariannya itu berupa pemberian bea siswa kepada anak tapi kurang mampu, santunan kepada fakir miskin dan duafa,” sambungnya.
“Selain itu, kegiatan lainnya berupa pengajian juga ada pinjaman kebajikan guna meminjami kepada orang guna untuk kebaikan dan pinjaman ini tidak dipungut bunga ini bersifat sosial. Namun demikian jika bersangkutan ada halangan mengalami kebangkrutan atau meninggal dunia maka otomatis pinjaman kita bebaskan,” katanya menambahkan.
Lebih lanjut Nyadin menjelaskan di bulan puasa penuh berkah ini pihaknya menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwasannya memberi buka puasa kepada seseorang itu pahalanya sama dengan puasanya orang itu tanpa menghilangkan pahalanya orang yang berpuasa itu.
“Hal itu menjadi motivasi yang dipegang. Jadi, kita menyisihkan pendapatan BMT selain itu ini merupakan infak infak dana sosial yang masuk BMT kami salurkan kembali kepada masyarakat bisa berbagi bersama,” terangnya.
“Mohon doa restu kepada masyarakat agar BMT Pahlawan kedepannya lebih besar berkembang sehingga apa yang dilakukan ini bisa luas dan lebih besar lagi bagi masyarakat,” tandasnya.















